|

Mendikbud: Jaga Kualitas Penduduk Usia Produktif

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan besarnya jumlah penduduk Indonesia usia produktif saat ini harus dijaga kualitasnya untuk mendukung kemajuan bangsa.

Potensi sumber daya manusia tersebut harus dikelola dengan baik agar berkualitas, sehingga menjadi bonus demografi. Namun sebaliknya, kalau tidak berhasil mengelolanya, justru hal itu akan menjadi bencana demografi.

"Di sinilah peran penting dunia pendidikan dan kebudayaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," kata Mohammad Nuh dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-67 Republik Indonesia, di Kemdikbud Jakarta, Jumat.

Menurut Nuh, pada periode tahun 2010 sampai dengan 2035 Indonesia dikaruniai potensi sumber daya manusia (SDM) berupa populasi usia produktif terbesar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia.

Peran penting tersebut, kata Mendikbud dipertegas dengan koefisien korelasi pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) secara keseluruhan sebesar 0.99. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa pendidikan memiliki kontribusi terhadap peningkatan indeks kesehatan dan indeks kesejahteraan. 
Jadi, periode 2010 sampai 2035 adalah momentum yang harus dijadikan sebagai periode investasi besar-besaran di bidang sumber daya manusia.

"Kita tentu tidak ingin kehilangan momentum tersebut. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, atas nama pemerintah, saya ingin mengajak kepada kita semua untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, sekaligus juga saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat atas kerja samanya dalam membangun sumber daya manusia Indonesia," katanya.


Sistem Rekayasa
Pada sisi lain sambutannya, Mendikbud mengatakan, pendidikan merupakan sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan modal pengetahuan.

Modal ini merupakan modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan bangsa, serta meningkatkan harkat dan martabat, sekaligus untuk membangun peradaban yang unggul. 
"Dengan perannya yang sangat penting itu, kita harus membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan pendidikan tinggi." Katanya.

Menurut Mendikbud, segala macam hambatan terhadap akses tersebut mulai hambatan sosial ekonomi, hambatan budaya, atau kewilayahan, harus dikurangi atau dihilangkan. Disebutkan, beberapa kebijakan untuk mengurangi hambatan tersebut telah dilakukan, antara lain, bantuan operasional untuk PAUD, sekolah, dan perguruan tinggi negeri, bantuan siswa miskin, beasiswa Bidik Misi, pendirian sekolah atau perguruan tinggi di daerah khusus.

"Insya Allah tahun 2013 akan kita mulai pendidikan menengah universal (PMU). PMU tersebut kita harapkan dapat mempercepat capaian angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah 97 persen pada tahun 2020, yang kalau tanpa program PMU tersebut baru akan dicapai tahun 2040," katanya. (*)
Sumber: antarajatim.com


Posted by IndecsOnline.com on 02.29. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Mendikbud: Jaga Kualitas Penduduk Usia Produktif"

Leave a reply