Gugurnya Iman

Tauhid adalah mengesakan Allah.
Oleh: KH Athian Ali Dai
Dalam pandangan Allah SWT, manusia itu pada dasarnya hanya terbagi kepada dua golongan, yakni Mukmin dan kafir. Hal tersebut telah ditegaskan-Nya di dalam Alquran.  

“Dan katakanlah: ‘Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.’ Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka,” (QS al Kahfi [18]: 29).

Jika kemudian golongan Mukmin mempunyai beberapa tingkatan, seperti Muslim, Mukhlis, Muhsin, dan Muttaqin, maka golongan kafir pun demikian. Mereka memiliki banyak varian. Sebut saja mulhid (ateis), musyrik (penyekutu Allah), dan munafik (pura-pura beriman).

Lalu bagaimana halnya dengan orang yang hanya mengimani Allah pada sebagian urusan, sedangkan pada sebagaian urusan lainnya dia mengingkari-Nya? Dalam padangan Allah, orang semacam ini tetap masuk dalam golongan kafir. 

Jadi, tidak ada istilahnya orang setengah Mukmin dan setengah kafir. Kalau tidak Mukmin, maka dia adalah kafir.

Pembaca tentu masih ingat kisah tentang Iblis. Siapa yang berani meragukan keimanan makhluk yang satu ini? Dia pernah berjumpa dan berdialog langsung dengan Allah SWT. Dia tahu betul Allah itu tidak mempunyai anak. 

Dia juga mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Bahkan menurut Imam al-Ghazali, sebelum kemunculan Adam AS, Iblis sudah hidup dalam keimanan selama 80 ribu tahun.

Lalu mengapa Allah kemudian melaknat Iblis? Itu hanya karena dia menolak satu aturan Tuhan. Dia tidak mau mengakui kemuliaan yang diberikan Allah kepada Adam. Pada poin tersebut, Iblis menilai Allah telah salah menempatkan dirinya di bawah manusia.

Itulah yang menjadikan Iblis kafir di mata Allah. Meskipun dia tetap mengakui Allah sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta, namun keimanannya telah digugurkan oleh keangkuhannya. Kelak, ia kekal berada di neraka. Naudzublillaahi min dzaalik.

Kisah Iblis di atas secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa mengimani Allah tidak boleh sepotong-sepotong. Seperti yang terjadi pada Ahmadiyah misalnya. Di satu sisi mereka percaya dengan keesaan Allah, namun di sisi lainnya mereka mengingkari ayat Allah yang menyatakan Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir.

Begitu pula halnya dengan kaum Syiah. Mereka mengaku beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad. Namun, mereka justru mengingkari Alquran sebagai kitab suci yang kesuciannya selalu dijaga oleh Allah SWT.

Pengingkaran-pengingkaran semacam itu tentu saja secara otomatis telah menggugurkan keimanan mereka kepada Allah SWT. Tiket menuju surga yang seharusnya sudah mereka miliki (dengan bersyahadat), menjadi tidak berlaku lagi. Dengan kata lain, mereka berada di luar golongan orang-orang Mukmin.


sumber: republika

02.15 | Posted in , | Read More »

Mengikuti Aturan Allah

Shalat adalah salah satu bentuk ketaatan pada aturan Allah.
Oleh: KH Athian Ali Dai
Pada tulisan sebelumnya telah dipaparkan bahwa mengimani Allah tidak boleh sepotong-sepotong. Karena itu, seseorang baru bisa dikatakan beriman jika dia telah menerima semua aturan Allah sebagai kebenaran mutlak, tanpa pengecualian.

Pada zaman dahulu, Bani Israil telah menyaksikan langsung tanda-tanda kebenaran Allah SWT. Salah satunya adalah dengan mencicipi lezatnya hidangan surga yang diturunkan Allah ke bumi untuk mereka. 


Bahkan, mereka pernah pula diizinkan untuk mendengarkan suara Allah tatkala berfirman kepada Nabi Musa AS.


Akan tetapi apa yang terjadi dengan Bani Israil? Mereka tetap saja ingkar kepada Allah. "Kami hanya akan mengikuti aturan-aturan Allah selama hal itu sejalan dengan hawa nafsu kami. Sementara, jika aturan itu bertentangan dengan nafsu kami, maka kami tidak bisa menerimanya," begitu kata mereka kepada Nabi Musa AS.


Hal ini membuat Allah murka, sehingga turunlah QS Al Baqarah ayat 85. "Apakah kamu beriman kepada sebagian Alkitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat."


Penggalan ayat di atas secara tegas mengingatkan kepada kita bahwa mengimani Allah berarti menerima sepenuhnya aturan-aturan-Nya. Jika ada satu saja aturan Allah yang kita tolak kebenarannya, maka alamat kita telah keluar dari golongan orang-orang beriman. Naudzubillahi min dzalik.


Sebagai contoh, jika seorang Muslim yang meninggalkan shalat fardhu karena malas, tapi di dalam hati dan ucapannya tetap mengakui ibadah itu sebagai aturan yang benar, maka dia masih disebut orang yang beriman. 


Kita tidak bisa menghukumnya sebagai orang kafir. Meskipun demikian, orang tersebut tentu saja akan menanggung dosa lantaran melanggar perintah Allah. Karena, sejatinya Muslim itu tidak boleh meninggalkan shalat.


Lain halnya dengan orang yang mengaku Muslim, tapi meninggalkan shalat fardhu karena menganggap perintah Allah itu tidak benar. Orang semacam ini sesungguhnya bukan bagian dari golongan Mukminin.


Begitu pula dengan mereka yang mengaku beriman, tapi secara terang-terangan malah menyangkal kebenaran aturan Allah yang terdapat di dalam Alquran dan Hadis. Orang-orang seperti ini jelas sesat dan menyesatkan. 


Di Indonesia, jumlah kelompok pengusung paham menyimpang seperti mereka amatlah banyak jumlahnya. Karena itu, sebagai umat Muslim, kita mesti berhati-hati agar pemahaman mereka tidak merusak akidah kita.


sumber: republika

01.54 | Posted in , | Read More »

Jejak Said bin Amir

Umar bin Khattab
Bahrus Surur-Iyunk
IndecsOnline--Ketika khalifah Umar bin Khatthab memecat Muawiyah dari jabatannya sebagai gubernur Suriah, ia menoleh ke kiri dan ke kanan mencari seseorang yang akan menjadi penggantinya. Tiba-tiba Umar berseru, “Saya telah menemukannya! Bawa ke sini Said bin Amir!”

Tak lama kemudian datang Said menemui sang Amirul Mukminin yang menawarkan jabatan sebagai wali kota Homs. Said menolak, “Janganlah saya dihadapkan kepada fitnah.

Dengan nada keras Umar menjawab, “Demi Allah, saya tak hendak melepaskan Anda! Apakah tuan-tuan hendak membebankan amanat dan khilafah di atas pundakku lalu tuan-tuan meninggalkan daku.” Semua terdiam. Senyap. Sejenak, Said dapat diyakinkan.

Said dan istrinya yang pengantin baru itu pun berangkat ke Homs. Suatu ketika, tatkala Khalifah Umar berkunjung ke Homs, beliau mendapat keluhan dari rakyat Homs tentang Said bin Amir. Mereka mengadukan empat hal.

Pertama, “Said baru keluar menemui kami setelah matahari tinggi. Kedua, ia tidak mau melayani seseorang di malam hari. Ketiga, setiap bulan ada dua hari di mana ia tak mau keluar menemui kami. Keempat,  sewaktu-waktu ia bisa jatuh pingsan.

Umar tertunduk dan memohon ampun kepada Allah, kemudian mempersilahkan Said membela diri. Said berkata, “Wahai Khalifah, mengenai tuduhan mereka bahwa saya tak hendak keluar sebelum matahari tinggi, demi Allah, sebetulnya saya tak hendak menyebutkannya. Tapi, karena ini bagian dari pertanggungjawaban saya kepada rakyat yang aku pimpin, maka aku akan menjelaskannya. Keluarga kami tak punya pembantu, maka sayalah yang mengaduk tepung dan membiarkannya sampai mengeram, lalu saya membuat roti dan kemudian wudlu untuk shalat dluha. Setelah itu barulah saya keluar menemui mereka.’’

‘’Tuduhan bahwa saya tak mau melayani mereka di waktu malam, maka, demi Allah, saya benci menyebutkan sebabnya. Seharian saya sediakan waktu bagi mereka, dan malam harinya saya ingin peruntukkan kepada Allah. Sedang ucapan mereka bahwa dua hari setiap bulan di mana saya tidak menemui mereka, maka sebagaimana saya katakan tadi, saya tak punya banyak pakaian untuk dipergantikan, maka terpaksalah saya mencucinya dan menunggu sampai kering, hingga baru dapat keluar di waktu petang.

Said kemudian melanjutkan penjelasannya.’’Mengenai keluhan, saya sewaktu-waktu jatuh pingsan, karena ketika di Makkah dulu saya telah menyaksikan jatuh tersungkurnya Khubaib Al-Anshari yang tubuhnya dipotong-potong oleh orang Quraisy. Lalu, mereka membawanya dengan tandu sambil menanyakan kepadanya, “Maukah tempatmu ini diisi oleh Muhammad sebagai gantimu, sedang kamu berada dalam keadaan sehat walafiat?”

Dalam deraan siksaan yang keji, Khubaib menjawab, “Demi Allah, saya tak ingin berada dalam lingkungan anak istriku diliputi keselamatan dan kesenangan dunia, sementara Rasulullah SAW ditimpa bencana, walau oleh hanya tusukan duri sekalipun.”

Menurut Said, setiap terkenang peristiwa itu, tubuhnya gemetar karena takut akan siksa Allah, hingga ditimpa penyakit yang mereka katakan. Mendengar jawaban itu,  Umar terharu dan meneteskan air mata, lalu dirangkul dan dipeluknya Said, serta diciumlah keningnya. Subhanallah.

Dari kisah ini orang mungkin akan bertanya, masih adakah pejabat dan pemangku kekuasaan seperti Said bin Amir? Di tengah realitas politik-kekuasaan negeri ini yang cenderung negatif, sosok keteladanan Said menjadi penting untuk direnungkan.

Bagai oase di tengah padang pasir, nilai-nilai kesederhanaan dan dedikasi kerakyatan bisa menjadi penyejuk. Sekaligus kritik atas situasi politik dan pejabat yang hedonis. Kisah Said hendak mengingatkan kembali betapa kekuasaan hanyalah salah satu jalan untuk beribadah.

Dimensi ruhaniah kekuasaan, kata Cak Nurcholis Madjid (1998), tidak senantiasa sejajar, apalagi identik, dengan bentuk-bentuk pemenuhan persyaratan lahiriah. Hal mana membuatnya semakin sulit dilihat dan diukur dari luar.

Karenanya, banyak penampilan lahiriah atau formal-simbolik yang bahkan mengecoh banyak orang. Sampai akhirnya terbukti tidak memiliki arti apa-apa dan semuanya menjadi kecewa. Semoga kita menemukan pemimpin yang memiliki ruhaniah kekuasaan. Amien.

sumber: republika.co.id

01.33 | Posted in , , | Read More »

Anas: Bang Agussalim Sitompul adalah Senior HMI yang Langka


JAKARTA-- Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr. H. Agussalim Sitompul tutup usia hari ini. Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini meninggal di usia sepuh.
 Bekas Ketua Umum PB HMI, Anas Urbaningrum pun menyatakan rasa duka yang mendalam atas kepergian penulis buku 'HMI Mengayuh Di Antara Cita dan Kritik'.


"Tweeps, mari kirim doa untuk Almarhum Prof. Agussalim Sitompul yang berpulang di Jogjakarta hari ini. Al-Fatihah," kata Anas Urbaningrum melalui akun twitternya.

Bekas Ketua Umum Partai Demokrat ini menilai Prof Agussalim Sitompul adalah senior HMI yang langka. Ini karena semangatnya, komitmennya, kecintaannya dan perjuangannya untuk HMI luar biasa.

"Ia menegaskan concern utamanya adalah mendokumentasikan dan menulis episode-episode perjalanan HMI. Bang Agussalim Sitompul bukan menulis untuk tulisan. Dia menulis sejarah untuk perkaderan," tambah Anas.

Mengisi training-training HMI adalah salah satu hobinya yang utama. Tidak peduli di ujung negeri. Komitmennya terhadap kaderisasi patut diacungi jempol.

"Kini Agussalim telah tiada. Tetapi sebenarnya ia tidak pergi. Jejak perjuangannya dikenang abadi. Menyatu dalam sejarah HMI dan negeri ini.

"Saya terakhir ke kediamannya di Jogja pada bulan Syawal silam. Saya masih ingat pesan Bang Agussalim ketika saya silaturrahim ke kediamannya itu. Intinya pentingnya kaderisasi," sambungnya.

"Kata Bang Agussalim, HMI itu aset kepemimpinan demokratik. Karena itu harus terus dijaga, dirawat dan dihidupkan. Caranya adalah dengan perbaikan sungguh-sungguh atas kualitas perkaderan. Mesin kaderisasi berkualitas wajib berjalan," tambahnya. (Aktual.co)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

00.48 | Posted in , | Read More »

Miliuner Ini Sukses Tanpa Bangku Kuliah (I)

David Karp, pendiri Tumblr, tidak pernah lulus SMA namun menjadi miliuner muda.

Di antara mereka sempat mengenyam kuliah, tapi tidak lulus.

IndecsOnline--Pendidikan adalah salah satu faktor penting menuju kesuksesan, banyak orang yang berhasil dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Pendidikan merupakan salah satu investasi besar waktu dan uang.

Lulusan perguruan tinggi secara signifikan lebih kecil kemungkinan berstatus pengangguran. Kebanyakan orang yang putus sekolah berakhir lebih buruk.

Namun, ada juga orang-orang yang sukses setelah drop out dari sekolah. Bill Gates dan Mark Zuckerberg contohnya, keluar dari Harvard, namun sukses membangun Microsoft dan Facebook.

Berikut daftar orang-orang yang sukses berwirausaha, meskipun telah gagal dalam menempuh pendidikan, tentunya selain Marck Zuckerberg dan Bill Gates, seperti dilansir BusinessInsider:

1. Matt Mullenweg


Mullenweg adalah pendiri WordPress, situs blog yang saat ini menguasai 16 persen blog dunia. Mullenweg dikeluarkan dari Univessity of Houston pada 2004. Tidak sukses di pendidikan, Mullenweg juga tidak sukses dalam karier pekerjaan. Ia juga dikeluarkan dari perusahaan IT, CNET.

Pada usia 20 tahun, dia mulai mengembangkan WordPress dengan mendirikan perusahaan bernama Automattic. Saat ini, WordPress berhasil mendapatkan 140 juta kunjungan dalam sehari dengan hanya mempekerjakan 140 orang staf.

2. Kevin Rose


Rose sempat mengenyam kuliah ilmu komputer di University of Nevada, Las Vegas. Namun, dia dikeluarkan pihak universtias pada 1998. Rose sempat bekerja di beberapa perusahaan IT, lalu mengembangkan sendiri situs media sosial Digg dengan modal hanya US$1.200 pada 2004.

Digg merupakan situs yang fokus menggabungkan berbagai situs berita. Digg cepat populer dan puncaknya pada 2008, dengan total jumlah pengunjung mencapai 236 juta orang. Digg nyaris dijual ke Google dengan harga US$200 juta.

Rose lalu meninggalkan Digg dan mulai membuat berbagai situs lainnya. Saat ini, Rose menjadi mitra usaha di Google Ventures.

3. Arash Ferdowsi


Setelah sempat kuliah selama tiga tahun di Massachusetts Institute of Technology, ia akhirnya drop out. Ia bersama dengan Drew Houston mendirikan DropBox, sebuah situs layanan penyimpan data gratis pada 2007. Saat ini, telah lebih dari 100 juta orang menikmati layanan DropBox, dan membuat Ferdowsi menjadi miliuner di usia 27.

4. David Karp


Karp merupakan penemu Tumblr, salah satu situs jejaring sosial yang sedang populer saat ini. Tumblr merupakan situs ke-9 paling banyak dikunjungi masyarakat Amerika Serikat saat ini, dengan estimasi senilai US$200 juta. Yang mengejutkan, Karp tidak pernah lulus dari SMA. Ia dikeluarkan dari Bronx Science High School pada 2001.

5. Pete Cashmore


Majalah Time memasukkan nama Pete Cashmore sebagai 100 orang paling berpengaruh sepanjang 2012 dengan membuat situs Mashable yang berhasil menarik 20 juta pengunjung unik setiap bulannya.

Kesuksesan Cashmore tidak berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Cashmore terlambat dua tahun dalam menyelesaikan SMA, karena masalah kesehatan. Tidak pernah mencicipi bangku kuliah, namun meluncurkan Mashable pada usia 19 tahun. (VIVANEWS.com)
(Bersambung)

19.10 | Posted in , , | Read More »

Ayo Belajar Jadi Wirausaha Bersama Dahlan Iskan


JAKARTA--Dahlan Iskan yang sekarang menjadi Menteri BUMN merupakan sosok menarik dengan terobosan-terobosan barunya. Mantan Dirut PLN ini seringkali menjadi pembicara dan motivator untuk setiap seminar-seminar wirausaha.

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini terkenal sebagai pengusaha sukses di bidang media. Dahlan dilahirkan 17 Agustus karena orangtuanya tidak ingat tanggal lahirnya, dan dipilihlah 17 Agustus sebagai hari lahirnya.

Dahlan lahir dan tumbuh dalam keluarga yang ekonominya serba terbatas. Namun saat ini, Dahlan justru menjadi salah satu tokoh penting negeri ini. Bagi Dahlan, sang ayah adalah inspirasinya.

"Bapak saya tak lulus SD, tak mungkin ada konsep mendidik anak. Tapi inspirasi saya tetap bapak saya," ujar Dahlan.

Dahlan menuturkan ayahnya adalah seorang buruh tani, yakni petani yang tidak punya sawah sendiri. Kadang ayah Dahlan juga menjadi tukang kayu serabutan. Penghasilan sang ayah kerap tidak cukup untuk hidup sebulan, tapi toh ayah Dahlan tetap bekerja keras setiap hari.

Karier Dahlan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada 1975. Lalu di 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak 1982, Dahlan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan dikenal menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia.

Di Akhir 2009, Dahlan ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN. Kemudian, pada 17 Oktober 2011, Dahlan ditunjuk Presiden SBY sebagai Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit.

Dahlan bakal membagi pengalamannya dengan beberapa orang terpilih dalam acara d'Preneur di detikFinance. Mari tunggu kisahnya. (detik.com)

04.48 | Posted in | Read More »

3 Kunci Sukses Kerja Tim

IndesOnline- Agar target perusahaan tercapai dibutuhkan tim kerja yang solid. Untuk membangun tim yang sukses demi pencapaian target bersama juga membangun suasana kerja menyenangkan, ada tiga syarat utamanya.

1. Fokus pada tujuan bersama.
Bekerja dalam tim yang terpenting adalah tujuan bersama. Jadi, tak perlu saling menjatuhkan sesama anggota. Karena setiap anggota memiliki kelebihan yang berbeda, sehingga penting untuk saling melengkapi dan membantu demi mencapai tujuan.

2. Terbuka menerima ide dan masukan.
Dalam kerja tim, tak hanya Anda yang berhak memberikan ide, anggota yang lain pun punya hak yang sama. Dengan bersikap terbuka, suasana kerja tentu akan lebih menyenangkan.

3. Sadar tanggung jawab.
Setiap anggota tentu memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Selesaikan tanggung jawab Anda agar tak(kompas.com)

22.15 | Posted in | Read More »

Mewaspadai Tipu Daya Wanita


IndecsOnline- “Sepeninggalku, tidak ada cobaan yang lebih berbahaya bagi pria daripada godaan wanita.” (HR Bukhari).

Dalam hadisnya yang lain, Rasul mengingatkan, “Maka, takutlah terhadap dunia dan takutlah terhadap wanita karena ujian pertama Bani Israil adalah soal wanita.” (HR Muslim).

Kedua hadis di atas menyebutkan, betapa berbahaya tipu daya wanita. Tapi, tentu saja wanita yang dimaksudkan bukan wanita mukmin yang salehah, melainkan wanita yang jauh dari agama.

Mereka itulah wanita yang memiliki akhlak tercela, suka melakukan tipu daya yang merugikan, baik terhadap pria maupun sesama wanita. Mereka menjatuhkan diri ke pangkuan iblis yang terkutuk beserta para muridnya demi merancang berbagai tipu daya, makar, dan muslihat.

Terhadap wanita yang seperti inilah, kaum Muslimin, terutama para pria mukmin diingatkan oleh Rasul agar selalu berhati-hati. Buku yang ditulis oleh Yuuf Rasyad dan diberi pengantar oleh Penasihat Universitas Al-Azhar dan Anggota Komisi Fatwa Kairo, Mesir, Syekh Sami As-Sarsawi ini berupaya mengupas segala hal terkait tipu daya wanita yang perlu diwaspadai oleh setiap Muslim.

Penulis mengawali bukunya dengan mengemukakan definisi tipu daya. Kemudian, bagian pertama memaparkan makar wanita yang disebutkan dalam Alquran, seperti pengkhianatan beberapa istri para nabi dan perbedaan antara makar wanita dan makar setan.

Bagian kedua menyajikan kecemburuan, makar dan godaan wanita dalam sunah Rasul, seperti kecemburuan para istri Rasulullah, makar madu, dan peringatan Rasulullah tentang godaan wanita.

Bagian ketiga mengungkapkan makar wanita dalam sirah Nabi, yakni Hamnah binti Jahsy dan Hindun binti Utbah. Bagian keempat menjelaskan tipu daya wanita dalam literatur kesusastraan Arab. Bagian ini menceritakan sejumlah wanita yang telah melakukan tipu daya atau makar terhadap para pria.

Buku ini diakhiri dengan bagian kelima yang mengemukakan faktor-faktor penyebab tipu daya, beberapa contoh kasus, dan obatnya.

Bagaimanakah caranya agar para Muslimah terlindung dari kesesatan jalan dan perbuatan makar? Penulis menegaskan, dengan mengambil pelajaran dari kisah-kisah dalam Alquran, antara lain, kisah Yusuf dan istri Al-Aziz.

Semua itu hanya dapat mereka hadapi dengan berlindung kepada Allah SWT serta berpegang teguh pada tali agama Allah yang kuat, yaitu Alquran yang mulia dan petunjuk Muhammad. Juga, dengan selalu menjaga diri dengan zikir, doa, dan berlindung dalam perlindungan Allah.

Buku ini perlu dibaca oleh setia Muslim maupun Muslimah. Ini penting agar mereka terhindar dari tipu daya wanita.
Judul         : Tipu Daya Wanita
Penulis     : Yusuf Rasyad
Penerbit  : Al-Kautsar
Cetakan  : I, Oktober 2012
Tebal        :  xx+256 hlm
(republika.co.id)

19.53 | Posted in , , | Read More »

Melawan Kemustahilan

IndecsOnline- Allah SWT memberikan cobaan kepada manusia dalam berbagai bentuk dan cara. Salah satunya dengan ketidaksempurnaan fisik. 

Sebagai seorang Muslim, cobaan tersebut hendaknya disikapi dengan hati yang sabar dan ikhlas. Sebab di balik kekurangan, Allah pasti memberikan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
 
Namun, seringkali cara pandang kita terhadap orang yang tidak sempurna secara fisik dan psikis atau yang berkebutuhan khusus membuat kita menganggap mereka tidak bisa berbuat apa-apa. 

Kita sering beranggapan, jangankan melakukan sesuatu untuk orang lain, untuk diri sendiri saja  membutuhkan bantuan. Dan, bisa dibayangkan bila keterbatasan itu berupa kelumpuhan total seluruh badan, kecuali lidah dan mata.
 
Hal itulah yang dialami penulis buku ini, Ammar Bugis. Pria berusia 26 tahun ini menderita lumpuh total seluruh tubuhnya sejak berusia dua bulan. Tetapi, pemuda warga Arab Saudi berdarah Indonesia ini tidak menyerah dengan keadaan. Dia terus berjuang melawan keterbatasan tersebut dan berhasil menorehkan prestasi gemilang yang melebihi manusia dengan fisik normal pada umumnya.

Menurut Ammar, kelainan yang dialaminya berawal saat usianya menginjak dua bulan. Saat itu kemampuan geraknya terus menurun hingga akhirnya tidak dapat bergerak sama sekali. Seorang pakar neurologi memvonis dirinya mengidap penyakit langka yang disebut Werdig Hoffmann. 

Gejala penyakit ini berupa kelumpuhan total seluruh saraf yang menyebabkan hilangnya kemampuan bergerak seluruh tubuh, kecuali lidah dan mata. Bahkan, ada dokter lainnya yang meramalkan umurnya tak akan lebih dari dua tahun.
 
Namun, Allah berkehendak lain. Ammar dikaruniai umur panjang hingga saat ini. Tidak hanya itu, kemampuan secara intelektual juga melebihi rata-rata orang normal pada umumnya. Segudang prestasinya itu, dari sudut pandang orang normal, barangkali sebuah kemustahilan.
 
Pada usia 13 tahun, dia sudah hafal Alquran. Prestasi akademik di sekolah juga luar biasa. Bahkan, saat lulus perguruan tinggi, dia termasuk lulusan dengan nilai yang fantastis. Semua itu diraihnya dengan mengalahkan orang-orang normal yang dianugerahi Allah kesempurnaan secara fisik. Buku ini  juga menjadi catatan prestasi tersendiri yang berhasil ditorehkan Ammar Bugis.
 
Dalam urusan pekerjaan, dia juga layaknya orang normal yang memiliki mata pencaharian. Ammar tercatat sebagai seorang wartawan sebuah media di Arab Saudi. Dia juga menikah dengan seorang gadis pilihannya.
 
Apa yang dialami Ammar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Keterbatasan yang dimilikinya dan orang-orang yang berkebutuhan khusus lainnya merupakan kehendak Allah SWT. Dan dengan kehendak-Nya pula, mereka mampu melampaui keterbatasan yang dalam pandangan manusia lain secara umum mustahil dilakukan.
 
Ammar adalah sosok inspiratif bagi semua orang. Salah satunya adalah cara pandangnya melihat keterbatasan. “Hidup saya dipenuhi berbagai peristiwa yang saya alami agar saya dapat melampaui kekurangan fisik saya. Dan, agar saya bisa mengubah kekurangan  tersebut menjadi kekuatan dan senjata yang mengantarkan saya pada kebahagiaan,” katanya. 

Judul          : Penakluk Kemustahilan
Penulis      : Ammar Bugis
Penerbit   : Republika
Cetakan    : I, Desember 2012
Halaman   : XL +182


republika.co.id

19.38 | Posted in , , | Read More »

Mimpi orang Indonesia Ketemu Orang "Gila" seperti Jokowi

Oleh: Azis Maulana
 
IndecsOnline- Jokowi, Siapa tak kenal Gubernur DKI Jakarta saat ini. Setiap orang yang dapat mengakses media informasi seperti TV, koran, internet, radio dll pasti mengenalnya. Joko Widodo menjadi "anak emas" media massa, sebab segala gerak gerik dan kata-katanya setiap sekian menit dimuat oleh media.

Dilihat dari latar belakang hidupnya ia tidak memliki latar belakang artis atau anak pejabat tinggi. Joko Widodo lahir dari keluarga miskin yang tinggal di daerah bantaran kali yang kumuh di Surakarta, Jawa Tengah. bapak ibunya adalah penjual kayu.

Hari ini Jokowi  menjadi perhatian semua orang. Di Jakarta setiap pendukungnya yang notabene kelas menengah kebawah merindukan kehadiran pemimpin DKI Jakarta periode 2012-2017 ini.

Hemat penulis, faktor penyebab dirindukannya mantan walikota Solo ini oleh rakyat Indonesia pada umumnya, warga DKI Jakarta khususnya terutama oleh mereka yang tinggal dikawasan kumuh dan termarjinalkan karena beberapa hal yaitu; Pertama, Jokowi tidak birokratis, artinya bukan tidak administratif, ia tetap administratif tetapi ia berani mengambil kebijakan yang pro terhadap rakyat tidak harus melalui prosedur yang rumit dan birokratif.

Kedua, Jokowi tidak elitis, Ia tidak seperti pejabat rata-rata di-Indonesia yang tidak mau turun menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang kemana-kemana dikawal oleh Voriejer (pasukan khsus "pengawal" pejabat), tidak menyapa masyarakat kecuali ada kepentingan pemilu-kada dan sebagainya. Jokowi hadir dimasyarakat dan menjadi bagian masyarakat sehingga ia mampu merinci kebutuhan masyarakat (karena masa jabatannya yang masih seumuran tunas jagung belum mampu menjawab semua persoalan multi kompleks Jakarta, tapi paling tidak gerakan Jokjowi saat ini sudah menjadi gambaran kepemimpinan Jokowi)

Ketiga, paling tidak dengan dua gebrakan Jokowi itu terbayang "rumus" yang hampir masyarakat Jakarta tidak punya harapan untuk mempertanyakan kesirnaannya yaitu CHANGE (perubahan). Kehadiran Jokowi memunculkan HOPE bahwa Negarawan dari langit masih ditakdirkan untuk "menghidup"kan warga DKI Jakarta.

Kompleksitas problem Jakarta tidak membutuhkan orang bergelar spektakuler, kelihatan berwibawa dan kemana-kemana di kawal pasus (pasukan khusus) tetapi DKI Jakarta  membutuhkan orang gila (bukan berarti tidak waras, stress atau hilang ingatan - tapi karena prestasinya dalam menyelesaikan berbagai problem kebangsaan para penonton akan bilang *"gila, hebat betul orang itu). Apa lagi disupport oleh wakilnya yang juga gila (sama seperti*) maka perubahan tidak hanya akan ada dalam mimpi tapi membumi dan merealitas.

Dalam sebuah kitab disebutkan, bahwa jika menginginkan perubahan yang lebih cepat, lakukan secara bersama, bangun kesadaran secara bersama, dan milikilah semangat dan motivasi yang sama dan berjuanglah bersama orang-orang gila (seperti*). tetapi jika ia menginginkan perubahan tetapi tidak melakukan apa-apa bahkan mengucilkan orang berbuat untuk terjadinya perubahan, maka ia pantas disebut gila betulan (akal dan hatinya sudah mati)

Selamat berjuang bapak Jokowi dan Basuki Cahya

Penulis adalah mahasiswa yang tidak lulus-lulus dalam menyelesaikan Program Pascasarjana-nya di IAIN Surabaya, Ia pernah aktif di HMI Cab. Pamekasan, Sekum HIPMI Pamekasan, Sekretaris KNPI Pamekasan dan Pengelola www.IndecsOnline.com





06.21 | Posted in , , | Read More »

Keajaiban Tulisan

Oleh: Azis Maulana

IndecsOnline- " Nun Wal-Qalami wa ma Yasturun" Demi pena dan apa yang ditulisakannya. Petikan ayat dari surat al-Qalam ini mengandung pengertian yang sangat dahsyat. Bagaimana tidak, ketika ayat ini turun dunia tulis menulis tidak secanggih hari ini. Tidak ada alat tulis yang canggih, tidak ada refrensi yang lengkap dan sebagainya. Pada saat itu hanya segelintir orang yang dapat menulis dan dengan alat tulis yang sederhana dan apa adanya, bukunya dari batu, pelepah kurma, dan tulang. Tetapi Allah berfirman melalui nabinya: Nun wal-Qalami wa maa Yasturun.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Sahabat Nabi Muhammad dahulu merespon ketika ayat ini turun. Apakah mereka sudah mengetahui bahwa tulisan (media informasi) akan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan manusia, apakah mampu menjadi "perubah arah" opini publik seperti yang kerap terjadi hari ini, menjadi media isu politik, sosial ekonomi, serta misteri kedahsyatan tulisan lainnya.
Yang jelas Nabi Muhammad SAW pernah memerdekakan budak dengan membayar tebusan mengajari sahabat Nabi membaca dan menulis.
Hari ini sejarah telah mengabarkan kepada kita, umat manusia, bahwa banyak umat islam terdahulu telah menulis, dan bahkan melahirkan tulisan hebat yang akan selalu menjadi refrensi hingga akhir zaman.
Kita tahu para Mushannif (pengarang kitab) telah melahirkan karya luar biasa dalam berbagai bidang, agama (fikih, tasyawuf, hadis, tafsir dll.)ilsafat, ilmu alam dan sebagainya.
Ternyata mereka tidak hanya sekedar menulis, tetapi mereka menjadi jembatan ilmu pengetahuan. Dan meskipun mereka telah berkalang tanah, gagasan dan fikiran mereka tetap hidup untuk terus "menghidupkan" manusia.
dan "pena" telah mengulas dan menjabarkan kepada kita sejarah perjuangan keilmuan mereka. Bahkan generasi penulis berikutnya tidak hanya membicarakan pemikiran mereka, tetapi segala sesuatu yg berhubungan dengan kehidupan mereka.
Tulisan-tulisan orang sebelum generasi saat ini telah memberikan pengaruh luar biasa bagi kehidupan umat saat ini baik dalam soal politik, ekonomi, pendidikan, keber-agamaan dan sebagainya
Tulisan itu tidak hanya menjadi bacaan tetapi berimplementasi menjadi tata hidup kita.
Dahsyatnya menulis, telah dirasakan oleh sebagian kecil dibumi ini, yaitu oleh mereka yang pernah menulis dan oleh mereka yang membaca karya tulis.
Periode modern saat ini juga telah melahirkan banyak penulis. Mereka lahir sebagai pendekar issu. "Takdir" itu juga menjadi takdir saya, anda pembaca dan orang-orang yang berkelindan disekitar kita.
Mumpung masih ada kesempatan, ayo kita MENULIS....... Untuk masa depan bangsa ini.
Powered by Telkomsel BlackBerry®










21.34 | Posted in , | Read More »

AYO, JADI PENGUSAHA


Azis Maulana
oleh: AZIS MAULANA [1)
“anda cukup punya niat saja, selebihnya Tuhan yang akan menyempurnakannya” (Kahlil Gibran)
SUKSES. Kata ini senantiasa disandingkan dengan keberhasilan atau pencapaian terhadap suatu usaha atau kedaan. Diantara kita tidak ada yang tidak ingin sukses, setiap orang yang ‘sadar’ (memiliki akal sehat) pasti ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya, baik terhadap pendidikan, karir, rumah tangga dan lain sebagainya.
Yang perlu kita pahami, kesuksesan tidak ditentukan oleh ijazah yang kita miliki, jurusan yang kita geluti, tidak juga oleh garis keturunan. Kesuksesan itu memiliki ‘garis tangannya’ sendiri – penulis bukan menvonis, penulis sadar bahwa banyak orang sukses berkat nasab juga ijazahnya,  tetapi itu bukanlah suatu jaminan utama. Sukses itu ditentukan oleh seberapa besar usaha kita, seberapa kuat diri kita menekuni suatu kerja yang dapat mengantarkan kita pada pintu kesuksesan. Albert Einstein menulis; kesuksesan itu 1% disebabkan oleh kepintaran dan 99% disebabkan oleh usaha.
Sebuah berita menarik dihidangkan oleh Tempo.co dengan judul; Lulusan SD  Jadi Pengusaha, Sarjana Jadi Karyawan (lihat di; hipmi-pmk.blogspot.com). mengutip release Kementerian Usaha Kecil dan Menengah, disebutkan bahwa para sarjana lebih suka jadi karyawan ketimbang pengusaha. data itu menulis minat masyarakat untuk menjadi pengusaha; 6,14% perguruan tinggi, 22,36% pendidikan menengah umum dan yang membanggakan lulusan SD mencapai 32,46%.
Data ini cukup menjadi gambaran bahwa alumni perguruan tinggi lebih merasa sebagai kaum elitis dengan memilih karyawan, sukwan dan PNS sebagai target pekerjaan. Jika kita berfikir lebih jauh –dengan merajut berbagai informasi disekeliling kita- pintu menjadi tenaga sukwan saja sudah sempit apalagi PNS. Hari ini menjadikhabar yang tidak asing bahwa  PNS sudah ada yang mengkapling.
Adalah cukup bijak jika kita mau ‘pindah kiblat’ dengan berwirausaha. Wirausaha tidak butuh ijazah, tidak butuh jurusan. Berwirausaha hanya butuh kemauan dan kerja keras. Wirausaha adalah ladang yang tidak pernah habis dikapling orang, selama kita punya ghiroh berbagai peluang senantiasa terbuka. Kita tidak memerlukan timing yang pas, kita hanya perlu menentukan waktu -kapan kita akan memulai  berwirausaha.

Ayo Menjadi Pengusaha
Menjadi pengusaha. Sebagian dari kita ada yang tertarik untuk menjadi pengusaha, dengan asumsi akan lebih mandiri secara ekonomi. dan sebagian lain tidak tertarik alias pesimis untuk menjadi pengusaha karena kepikiran terhadap ‘pasar yang tidak bisa ditebak’, atau tidak tertarik karena kita merasa tidak cocok alias tidak pas dengan pendidikan kita, tidak pas dengan ijazah kita dan seterusnya. Kita merasa lebih pas jadi pejabat !!!
Tetapi jika kita mau berfikir lebih jernih dan belajar lebih serius tentang dunia usaha, termasuk peluang menjadi pengusaha, kita akan menemukan ‘kebenaran’ hakiki, Bahwa menjadi pengusaha itu mudah dan berkah. Dengan menjadi pengusaha kita akan mandiri, dan yang  terpenting dapat menolong lebih banyak orang.
Syarat menjadi pengusaha pun sangat mudah, tidak sulit sebagaimana PNS, kita cukup punya kemauan dan mau memulainya dari nol. adalah syarat awal barangkali cukup membantu ‘menggerakkan hati kita menggeluti dunia usaha:
1.         Merubah mindset (pola pikir)
Pola pikir adalah hal yang sangat menentukan dalam hidup. Orang yang sukses dan orang yang gagal ditentukan oleh pola pikirnya. Hal yang pertama didalakukan (dalam memulai usaha) adalah merubah mindset. Kita jangan selalu berfikir bahwa kalau kita tidak sukwan, tidak jadi PNS kita tidak akan makan. Bahwa mahasiswa adalah kaum elitis sehingga alumnus perguruan tinggi tidak ‘nyambung’ kalau terjun dalam dunia usaha, apalagi jurusannya eksak (matematika dll) atau agama (tarbiyah dll.)
Kita perlu meluruskan ‘iman’ kita, bahwa berwirausaha bukan lantas menghinakan kita, bahwa wirausaha tidak layak bagi kaum berpendidikan. Kita mesti senantiasa berfikir bahwa berwirausaha adalah wujud kemandirian, dengan wirausaha kita akan sukses.
Jika kelak kita telah benar-benar menjiwai wirausaha, malah kita akan menjadikan wirausaha sebagai jalur utama dan pns sebagai pekerjaan sampingan.
2.         Mengenali potensi diri (bakat)
Setiap manusia dilahirkan dengan segenap potensi –sebagai fitrah- sehingga dapat dijadikan ‘alat’ bertahan hidup sebab manusia merupakan ‘pelaku –khalifah-’ didunia ini, oleh karena itu manusia –oleh Tuhan pencipta- dibekali potensi dan dikaruniai akal dan fikiran sehingga manusia dapat mengembangkan potensi itu sesuai dengan keperluan dan kesadaran manusia. maka oleh karenanya pencapaian dan ‘pendapatan’ manusia berbeda tergantung seberapa besar ia memfungsikan fasilitas akal fikiran, dan kekuatan yang dimiliki.
Jika sebagian dari kita, manusia, belum menemukan bakat tersebut maka kita perlu menggalinya dengan cara mencari inspirasi dan motivasi, sehingga mengenali sebenarnya pada bidang apa   keahlian kita.
3.         Berani bermimpi
Mimpi –impian- memiliki kekuatan yang  dahsyat  terhadap pencapaian umat manusia. kita telah membaca bagaimana orang terdahulu dibesarkan mimpinya. Tomas alfa Edison penemu lampu pijar, james watt penemu mesin, atau dari kalangan pengusaha, Gazali pengusaha teri PT. Marinal Indo Prima, dan sebagainya. Maka bermimpi adalah bagian terpenting menuju sukses berwirausaha.
4.         Berkumpul dengan pengusaha
Adagium sering kita dengar ; berkumpullah dengan penjual minyak wangi kita akan terpercik wanginya, berkumpullah dengan pandai besi, kita akan ikut bau asap. Adagium ini dapat diperluas maknanya; berkumpullah dengan preman niscaya kita akan  jadi preman, berkumpul dengan orang yang suka belajar maka kita akan ikut pintar, berkumpullah dengan pengusaha maka kita termotivasi dan sedikit banyak akan mengetahui pola berwirausaha.
5.         Modal usaha
Banyak dari kita berfikir jika sudah disebut modal usaha, pikiran kita akan tertuju pada uang/dana. Modal tidak hanya uang, sebab uang saja tidak cukup, banyak uang –digelontorkan untuk usaha- tanpa didukung ‘modal’ utama akan habis sia-sia. Modal utama itu adalah IDE.
Modal terpenting dalam berwirausaha bukanlah uang, tetapi IDE atau gagasan usaha. Kita punya modal tapi tidak punya ide usaha maka uang tidak akan maksimal. Tetapi kalau kita punya ide, maka usaha akan tetap bisa jalan.
6.         Memulai usaha
-          Merancang usaha
Dalam memulai usaha kita harus berfikir ‘apa kira-kira bisnis yang cocok dengan karakter kita’. Jika kita sudah mengetahuinya barulah kita mulai merancang langkah-langkah usaha seperti, pengadaan, modal, pasar dan sebagainya. Perencanaan [proposal] bisnis akan menjadi gambaran tentang segmentasi usaha yang akan kita geluti.

-          Melakukan yang paling mungkin untuk dilakukan
7.         Siap menghadapi tantangan
Berwirausaha memiliki banyak tantangan, kita akan dihadapkan pada ‘pasar’ yang sewaktu-waktu dapat berubah, persaingan yang kian ketat. Oleh karena itu kita harus menguasai seni berbisnis, mengetahui kebutuhan pasar dan sebagainya. Akhirnya yang harus ditanamkan adalah –pesan KADIN Pamekasan-; JANGAN PERNAH BERHENTI DISATU TITIK

Kadang kala jalan yang kita lalui, tidak sepenting arah yang kita tuju.
Disampaikan pada motivasi kewirausahaan oleh fakultas tehnik UIM Pamekasan


[1] Azis Ashari el-Maulana. Lahir pada 22 Maret 1985 di Pamekasan. Pekerjaan: Direktur Utama Kopsyah Marinal Insan Prima, Staf khusus MUI Kab. Pamekasan, staf khusus BAZ Pamekasan, owner UD Ikhtiar. Pendidikan; S1 STAIN Pamekasan, S2 IAIN Sunan Ampel Surabaya. Organisai; Anggota KADIN Pamekasan,  Sekretaris Umum HIPMI Pamekasan. Pengelola situs: www.indecsonline.com

17.25 | Posted in , , | Read More »

Kalau Jodoh Tak Juga Datang

IndecsOnline- "Lebaran Haji akan datang, artinya akan banyak undangan kawinan. Siap-siap untuk menjawab pertanyaan, kapan jodohku datang? Lebih baik jangan ke kondangan, daripada kebingungan"
IndecsOnline- Kata-kata itu adalah status dari seorang teman di facebook saya. Mungkin itu curhatnya, tapi ide untuk mengeluarkan dalam bahasa yang kocak benar-benar bisa membuat tersenyum.
Tak perlu merisaukan kapan si jodoh ditemukan. Sama seperti rezeki, mati dan hidup seseorang, jodoh juga tak bisa diperkirakan kapan datangnya. Kalau malah risau, atau pusing terus mengenai jodoh dan akhirnya membuat pekerjaan lain terbengkalai lebih baik tak usah dipikirkan.
Kalau memang benar-benar ingin segera berjodoh, jangan memandang 'keluar' tapi lebih baik perbaiki diri sendiri. Coba pelajari kekurangan diri, siapa tahu masih bisa diperbaiki. Memang benar, kalau jodoh yang baik itu akan menerima kita apa adanya. Tapi apa salahnya memperbaiki kekurangan kita?
Ada beberapa yang bisa dilakukan setidaknya agar si jodoh cepat datang.
Ubah kebiasaan jelek!
Mengupil, buang angin, tertawa nyaring, menggigit kuku adalah hal-hal yang paling bikin illfeel kalau melihat seseorang melakukannya di depan kita. Karena itu, biasakanlah selalu membersihkan wajah (termasuk hidung). Kalau seorang muslim/ah, akan lebih baik dilakukan setiap kali sebelum berwudhu.
Untuk hal-hal lain seperti tertawa bisa dilatih saat bercermin, agar menampilkan tawa yang santun tapi tetap tulus dan tidak terkesan dibuat-buat. Atau perhatikanlah teman-teman lain di sekitar kita yang tertawanya kelihatan enak dilihat, agar bisa mencontohnya.
Pelajarilah hal-hal mendasar seperti cara makan dan bicara. Cara makan tak perlu harus menguasai tatakrama makan secara keseluruhan, tapi setidaknya memahami batas-batas kesopanan, terutama bagi seorang wanita. Jangan sampai cara makan anda membuat orang yang melihatnya merasa jijik.
Hal-hal lain, pasti bisa menilainya sendiri. Berusahalah untuk memperbaikinya agar menambah point penilaian diri.
Perbanyaklah pengetahuan!
Sekolah tinggi dan bergelar macam-macam tak menjamin pengetahuan seseorang menjadi luas. Satu-satunya cara adalah membaca buku. Belilah buku-buku dari bermacam kategori, atau bisa juga sesekali sebuah majalah atau koran.
Ini karena saya pernah bertanya pada teman-teman cowok, jika ingin menikahi seorang wanita pilih yang cantik atau yang smart. Pilihan lebih banyak tentu yang smart, meskipun mereka lebih memimpikan yang cantik dan smart sekaligus :).
Jangan segan membaca hal-hal seperti sepakbola atau bola basket! Setidaknya harus tahu berapa jumlah pemain bola dalam satu tim, supaya ada bahan untuk dibicarakan dengan lawan jenis yang mungkin seorang penggila bola. Sangat tidak menyenangkan berbicara dengan seseorang yang kelihatan cantik dan manis, tapi kosong melompong.
Oh ya, juga tak ada salah sesekali membeli buku humor agar belajar cara melempar humor (tapi jangan yang suka meledek ya)  karena orang dengan selera humor yang tinggi selalu bisa diterima di lingkungan manapun. Siapapun orangnya pasti memiliki sisi humoris yang tersembunyi, jadi kembangkanlah pengetahuan itu dalam diri sendiri.
Silaturahim, silaturahim, silaturahim!
Menolak hadir dalam kondangan, jelas bukan solusi terbaik. Malah akan mencegah kita dari kesempatan untuk bertemu banyak orang. Tidak mau menemani Mama atau Papa, karena menganggap acara mereka adalah acara orangtua juga prasangka yang salah.
Kalau kejadiannya seperti teman di atas, cobalah mengganti cara untuk menghadapinya. Ketika mereka bertanya kapan jodoh kita datang? Maka pancinglah lagi dengan meminta mereka untuk mencarikan teman yang mungkin bisa diperkenalkan. Begitu pula kalau orangtua yang bertanya, minta mereka memperkenalkan anak atau keponakan mereka yang mungkin cocok. Bukankah itu membuka kesempatan lebih besar? Lagipula menemukan jodoh yang orangtuanya telah berteman baik dengan orangtua kita sendiri akan lebih mudah dalam urusan berikutnya. Jangan merasa tersinggung ketika seseorang bertanya tentang jodoh, justru jadikanlah itu sebagai salah satu bentuk perhatian dari mereka.
Sesekali kunjungi teman-teman lama, baik perempuan maupun laki-laki. Mungkin saja ada saudara atau teman-teman mereka yang lain. Siapa tahu ada salah satunya yang menjadi calon pasangan di masa depan.
Perbaikilah penampilan
Walaupun sedikit, berusahalah berpenampilan lebih baik. Tak perlu harus mengorbankan banyak uang, atau mengubah penampilan dalam keseharian karena yang terpenting tetaplah kepribadian seseorang. Tampil dengan sopan, bersih dan tidak berantakan adalah syarat utama dalam pergaulan sosial.
Terakhir, tentu saja berdoa…
Dekatkanlah diri pada Allah, Sang Maha Pemberi, Pengatur Jodoh. Perbanyaklah ibadah, selain membuat akan lebih tenang, lebih sabar dan lebih rendah hati, ibadah juga akan membantu mempercepat jodoh yang datang. Ibadah juga bukan hanya tentang diri sendiri, namun juga belajar berbagi dengan sesama manusia.
Sekarang, kalau memang jodoh tetap tak juga datang meskipun sudah melakukan semua hal tersebut. Jangan panik atau takut! Mungkin inilah yang terbaik untuk saat ini, mungkin Allah sedang mempersiapkan hal yang lebih baik. Terkadang rencana Allah lebih indah daripada perkiraan manusia. Datang sedikit terlambat, tapi insya Allah lebih membahagiakan. Yang penting sabar, dan tetap mengisi hari-hari dengan melakukan hal-hal yang baik karena sesuai janji-Nya, bahwa pria-pria yang baik untuk wanita-wanita yang baik, demikianlah sebaliknya. (Blog detik)

07.40 | Posted in , | Read More »

Mendikbud: Jaga Kualitas Penduduk Usia Produktif

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan besarnya jumlah penduduk Indonesia usia produktif saat ini harus dijaga kualitasnya untuk mendukung kemajuan bangsa.

Potensi sumber daya manusia tersebut harus dikelola dengan baik agar berkualitas, sehingga menjadi bonus demografi. Namun sebaliknya, kalau tidak berhasil mengelolanya, justru hal itu akan menjadi bencana demografi.

"Di sinilah peran penting dunia pendidikan dan kebudayaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," kata Mohammad Nuh dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-67 Republik Indonesia, di Kemdikbud Jakarta, Jumat.

Menurut Nuh, pada periode tahun 2010 sampai dengan 2035 Indonesia dikaruniai potensi sumber daya manusia (SDM) berupa populasi usia produktif terbesar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia.

Peran penting tersebut, kata Mendikbud dipertegas dengan koefisien korelasi pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) secara keseluruhan sebesar 0.99. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa pendidikan memiliki kontribusi terhadap peningkatan indeks kesehatan dan indeks kesejahteraan. 
Jadi, periode 2010 sampai 2035 adalah momentum yang harus dijadikan sebagai periode investasi besar-besaran di bidang sumber daya manusia.

"Kita tentu tidak ingin kehilangan momentum tersebut. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, atas nama pemerintah, saya ingin mengajak kepada kita semua untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, sekaligus juga saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat atas kerja samanya dalam membangun sumber daya manusia Indonesia," katanya.


Sistem Rekayasa
Pada sisi lain sambutannya, Mendikbud mengatakan, pendidikan merupakan sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan modal pengetahuan.

Modal ini merupakan modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan bangsa, serta meningkatkan harkat dan martabat, sekaligus untuk membangun peradaban yang unggul. 
"Dengan perannya yang sangat penting itu, kita harus membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan pendidikan tinggi." Katanya.

Menurut Mendikbud, segala macam hambatan terhadap akses tersebut mulai hambatan sosial ekonomi, hambatan budaya, atau kewilayahan, harus dikurangi atau dihilangkan. Disebutkan, beberapa kebijakan untuk mengurangi hambatan tersebut telah dilakukan, antara lain, bantuan operasional untuk PAUD, sekolah, dan perguruan tinggi negeri, bantuan siswa miskin, beasiswa Bidik Misi, pendirian sekolah atau perguruan tinggi di daerah khusus.

"Insya Allah tahun 2013 akan kita mulai pendidikan menengah universal (PMU). PMU tersebut kita harapkan dapat mempercepat capaian angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah 97 persen pada tahun 2020, yang kalau tanpa program PMU tersebut baru akan dicapai tahun 2040," katanya. (*)
Sumber: antarajatim.com

02.29 | Posted in , | Read More »