Pulau-Pulau Kecil Indonesia Terancam Lenyap


Pulau kecil di Indonesia

JAKARTA-- Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) mengatakan, keberadaan pulau-pulau kecil di Indonesia yang kaya potensi terancam perubahan iklim dan pemanfaatan yang merusak.
"Pemanasan global yang mengakibatkan cairnya es di kutub dan akhirnya membuat muka laut menjadi lebih tinggi dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil di Indonesia," kata Program Officer Ekosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Yayasan Kehati Basuki Rahmad di Jakarta, Kamis.
Pemanasan global juga memberi dampak pada kerusakan terumbu karang yang sangat rentan pada perubahan suhu di laut. Kondisi itu, katanya, diperburuk dengan kerusakan yang diakibatkan kegiatan manusia. Padahal proses pertumbuhan terumbu karang rata-rata satu sentimeter untuk setiap tahunnya.
Jika kerusakan menimpa lima meter terumbu karang, maka pemulihannya bisa mencapai waktu 500 tahun. Terumbu karang merupakan organisme yang sangat penting bagi pulau-pulau kecil sebagai benteng bagi pantai atau pulau dari gerusan arus laut. Jika tidak ada karang yang melindungi maka pengikisan pantai akan semakin cepat terjadi.
Selain itu, rusak atau hilangnya terumbu karang juga mempengaruhi produksi perikanan, sebab ikan melakukan pemijahan di sekitar karang. Tanpa adanya karang, ikan-ikan ini akan pergi dan sulit untuk ditangkap.
Ancaman lain dari kegiatan manusia diantaranya reklamasi pantai serta berubahnya muka tanah di pulau-pulau kecil karena perkebunan dan pertambangan. Selain itu, kata Basuki Rahmad, pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia juga memiliki isu serius dari sisi kedaulatan negara. Masih banyak pulau-pulau berpenghuni yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
"Mereka merasa diambil sumberdayanya akan tetapi tidak mendapatkan imbal balik yang setimpal. Kekecewaan seperti ini tentunya mengancam kesatuan negara ini," kata Basuki.
Bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, 22 Mei 2014, Yayasan Kehati mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli pada pulau-pulau kecil sesuai dengan tema tahun ini "island biodiversity".
sumber: republika.co.id

01.45 | Posted in , | Read More »

Jebakan Istilah Lulus

Asep Sapa’at
Asep Sapa’at, Pemerhati Karakter Guru di Character Building Indonesia

IndecsOnline--Cermati ekspresi siswa Indonesia ketika dinyatakan lulus, hampir tak pernah seragam. Hal yang amat kontras dengan sistem evaluasi Ujian Nasional (UN) yang wajib di-SERAGAM-kan. Ada siswa yang bersujud syukur karena lulus. Meski dilarang, aksi corat-coret seragam masih jua terjadi. Yang terkini, joged bersama di jalanan. Yuk ‘joged lulus’, goyang. Tepok jidat deh.

Kata lulus jelas punya makna, tersurat maupun tersirat. Makna itu bisa dipahami karena usaha berpikir seseorang. Hasil pemikiran bisa lahir karena baca buku, diskusi dengan orang lain, atau percaya begitu saja apa kata orang. Ekspresi sikap saat lulus, itulah wujud hasil berpikir siswa dalam memaknai kata ‘lulus’.

Cara sekolah mendidik turut mempengaruhi gaya berpikir dan bersikap siswa dalam menyikapi sesuatu. Inilah persoalan utamanya, mengapa sekolah tak berhasil mendidik anak-anaknya untuk bersikap baik ketimbang berperilaku urakan dalam merayakan kelulusan? Mengapa perilaku baik siswa tak bisa diseragamkan saat pengumuman kelulusan?.

Memang banyak siswa bisa lulus ujian. Tapi berapa banyak siswa yang bisa menggunakan kelulusannya dengan baik? Banyak siswa keliru memahami makna lulus, maka apa yang telah diajarkan di sekolah? Sudah selesaikah tugas mendidik siswa setelah mereka lulus?

Jika siswa Indonesia lulus UN, kita boleh senang tapi tak boleh sombong. Apalagi terbuai indahnya kata ‘lulus’. UN itu baru menguji kadar pengetahuan siswa. Sesuatu yang mudah dihitung, terukur, tapi belum tentu berharga bagi masa depan siswa.

Siswa SMA saat melaksanakan ujian nasional. Yang jadi soal, yakinkah semua siswa kita jujur jawab soal-soal UN? Siswa Indonesia yang senang bukan kepalang karena lulus lewat cara curang, bukti pendidikan karakter hanya wacana saja. Sesuatu yang tak pernah disadari, tak dianggap kekeliruan, dan tak pernah menggerakkan pengambil kebijakan untuk bertobat. 

Persoalan mendasar pendidikan kita adalah tak bisa bedakan makna mengajar dan mendidik. Mengajar itu transfer pengetahuan. Mendidik bicara soal proses berbudi pekerti, latihan tiada henti untuk membenahi perilaku.

Lulus UN itu baru sebatas bicara potret keberhasilan mengajar. Yang entah apakah cara mengajar guru berbanding lurus dengan hasil UN atau sebaliknya. Pemerintah tak pernah ungkap jelas soal yang satu ini. Yang sudah dilakukan, nama-nama siswa yang bertengger di urutan 20 – 25 peraih nilai UN tertinggi dipublikasikan di media cetak.

Untuk apa dan untuk siapa data itu? Mengapa tak sekalian disampaikan ke publik nama-nama pejabat publik, oknum kepala sekolah, oknum guru, dan semua yang terlibat kecurangan UN? Biar top markotop datanya. 

Dunia adalah sarana bagi manusia melewati babak perjalanan hidup. Sesekali penuh intrik. Tak jarang banyak episode senda gurau. Simak hal unik dan menarik dari fenomena UN. Ada siswa mengulang 3 kali ikut UN karena bercita-cita ingin lulus dengan cara jujur. Sang juara kelas bisa tak lulus UN. Yang bunuh diri karena tak siap menghadapi kenyataan tak lulus UN juga masih ada saja. Bisakah pengambil kebijakan kita berpikir?

Jujur sesungguhnya normatif, tak istimewa-istimewa amat. Namun jujur terlanjur jadi barang langka hingga amat luar biasa di Indonesia. Dalam masyarakat sakit, yang korupsinya akut, siswa jujur dianggap sakit, aneh, dan pandir sekali.

Tapi lihat siswa yang berjoged-joged ria, ugal-ugalan di jalan, corat-coret seragam, meski lulus pun, kita terkesiap, mau jadi apa mereka? Apalagi jika lulus dengan culas, apa yang bisa diharap dari generasi seperti ini? Apakah perilaku mereka hasil pendidikan kita selama ini?

Jika kata ‘lulus’ kita umpamakan bermakna sukses, maka proses berjalan tak bisa dikatakan sukses. Karena sejatinya lulus ujian di bangku sekolah adalah sebuah proses perjalanan. Setelah lulus SD, ada ujian di SMP. Setelah ujian SMP dilewati, ujian di SMA siap menghadang, dan seterusnya. Permainan belum benar-benar berakhir.

Pun ketika kita sudah lulus meraih gelar doktor, misalnya, apakah kita sudah benar-benar lulus? Jika pun terpaksa kita katakan lulus adalah sukses, maka hakikatnya itulah kesuksesan semu yang bersifat sementara. Dan hal itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban, beranikah katakan lulus?

Karena kehidupan terus berjalan, maka mampukah kita bisa lulus dengan predikat baik atau buruk saat kita wafat? Itulah yang jadi misteri dan tak pernah mudah diprediksi. Dan sadarilah, masa depan kita terletak pada akhlak perilaku kita, bukan semata karena kehebatan isi kepala kita, limpahan kekayaan, menterengnya jabatan, dan aspek materi lainnya.
Saya khawatir pelajaran seperti ini lupa diajarkan di keluarga dan sekolah-sekolah kita. Dan pendidikan pun berlangsung tanpa nilai-nilai. Salah satu faktor yang membuat anak-anak kita mudah kehilangan arah dan cenderung tak punya jati diri.
sumber: republika.co.id

01.35 | Posted in , , | Read More »

Anggito: Bersih-bersih di Kemenag Tak Bisa Cepat

 Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu menjawab pertanyaan pers usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/3). (Republika/Agung Supriyanto)
JAKARTA--Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu mengaku pihaknya juga ingin melakukan "bersih-bersih" di Kementerian Agama (Kemenag), tetapi tidak bisa dilakukan cepat karena kementerian itu masih menyimpan beban masa lalu.

Kendati demikian, pihaknya sangat proaktif dengan pemberantasan korupsi, kata Anggito Abimanyu ketika menerima perwakilan pengunjuk rasa Dewan Pimpinan Pusat Laskar Antikorupsi Pejuang 45 (DPP LAKI Pejuang 45) di Lantai II Kementerian Agama, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal LAKI P 45 H.M. Hasbi Ibrohim menyampaikan keperihatinnya terhadap pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang menyebut ada pejabat tinggi dari kementerian itu bakal dijadikan tersangka pada pekan ini. Terkait dengan itu, Hasbi minta agar Anggito menjelaskan duduk persoalan pengelolaan dana haji sehingga publik mendapat gambaran secara utuh.

Jika pernyataan Abraham keliru, maka bisa jadi hal itu merupakan muatan politik. Tetapi jika Anggito benar, tentu publik akan memberikan dukungan, kata Hasbi yang ditemani empat rekannya.

Hasbi saat menjumpai Anggito mengenakan pakaian ihrom dan seorang rekannya mengenakan pakaian jubah gaya Timur Tengah. Saat itu Anggito didampingi Kepala Pusat Informasi dan Humas Zubaidi dan Sekditjen PHU Hasan Fauzi.

Anggito menyampaikan terima kasih atas dukungan moril yang disampaikan Hasbi. Pihaknya juga menyambut baik upaya KPK untuk membersihkan kementerian itu dari korupsi. Dari jajaran PHU, lanjut dia, selalu proaktif ketika dipanggil KPK. Ketika KPK menyelidiki kasus ini, sudah separuh dari jajaran diperiksa.

Ia melanjutkan pihaknya ingin bersih dari perbuatan korupsi. Mau bersih sekaligus tentu sulit karena masih ada beban masa lalu seperti penggunaan aset yang masih harus diklarifikasi. Karena itu, perlu dilakukan perlahan-lahan dan kehati-hatian.
Mengelola dana haji, kata Ditjen PHU itu, banyak fitnahnya. Karena itu, kini pihaknya tengah berupaya agar pengelolaan dana haji memiliki payung hukum. Yaitu UU keuangan haji. 

Ke depan, pengelolaan dana haji terpisah dari Kemenag. Ini dimaksudkan untuk mengurangi beban di kementerian tersebut. Sebab, tidak ada satu kementerian pun di negeri ini yang mengelola uang demikian besar kecuali di Kemenag.

"Korupsi di Kemenag satu rupiah bakal dapat sorotanj publik. Berbeda dengan kementerian lain. Ini bukan pembelaan diri," ia menjelaskan.

Untuk itu ia berharap KPK dapat objektif. Sementara Kementerian Agama proaktif. Kemenag, dalam hal ini untuk pengelolaan dana haji, selalu mengikuti prosedur. Semua pengadaan melalui lelang terbuka. "Beri kami waktu untuk bersih-bersih," ia menegaskan.

Sebelumnya Zubaidi menjelaskan, Kemenag tak henti-hentinya berupaya menjadi yang terbaik sebagai penjaga moral. Namun di sisi lain harus dipahami bahwa ibarat gerbong yang panjang, untuk mencapai yang terbaik itu berjalan terseok. Tentu sebagai manusia memiliki kelemahan.

Terkait dengan KPK, ia menjelaskan, pihaknya selalu kooperatif. Tidak satu pun pegawai yang mangkir ketika dipanggil KPK. Namun ia berharap dalam memerangi korupsi tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah. Kementerian Agama selalu tegas terhadap pegawai yang berbuat salah. Namun ketika menyangkut pidana, ada ranah hukum sebagai penyelesaiannya.

SUMBER; REPUBLIKA.CO.ID

00.01 | Posted in , , | Read More »

Inilah Standar Minimal Perjalanan Umroh



BANDUNG- Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyatakan standar minimal biaya perjalanan umroh senilai 1.700 dolar AS atau sekitar Rp19,55 juta (asumsi kurs Rp11.500).
"Amphuri dan Kementerian Agama RI komitmen untuk menetapkan standar penyelenggaraan umroh yang standar terutama terkait biaya di mana biaya 1.700 dolar AS menjadi standar minimun untuk perjalanan umroh," kata Ketua Amphuri Joko Asmoro pada sosialisasi biaya umroh dan haji di Bandung, Rabu (21/5).
Ia menyebutkan, standarisasi biaya umroh itu dipakai untuk menjamin pelayanan kepada jamaah umrah yang terus meningkat setiap tahun.
"Kami menghimbau perusahaan perjalanan umroh untuk mematuhi UU 13 tahun 2008 terkait standard penyeleggaraan haji dan umroh sehingga tidak akan ada lagi kasus jemaah umroh yang terlantar," katanya.
Ia menyebutkan, angka di bawah biaya standard minimum 1.700 dolar AS sangat riskan untuk bisa memenuhi standar pelayanan di Tanah Suci.
Dia menguraikan, "Untuk tiket pesawat saja bolak-balik sekitar 1.000 dolar AS hingga 1.300 dolar AS, biaya 1.700 dolar AS itu sudah standar minimal, bila di bawah itu diragukan standar pelayanannya".
Ia meminta masyarakat tidak tergiur pada paket umroh murah karena dalam pelaksanaanya tetap harus disesuaikan dengan perhitungan biaya standard minimal.
Ia menyebut kasus jemaah umroh terlantar atau tidak jadi berangkat karena biaya terlalu rendah atau perusahaan perjalanan tidak bertanggung jawab.
Dia berharap perusahaan yang belum memiliki sertifikasi untuk segera melengkapinya. "Belum semua perusahaan perjalanan umroh memiliki izin dan sertifikasi, prosesnya cepat dan mudah," katanya.
Joko Asmoro menyebutkan, animo Muslim Indonesia untuk menunaikan umroh terus meningkat. Tahun 2013 jumlahnya mencapai 500 ribu orang, sedangkan tahun ini diperkirakan tumbuh dua kali lipat menjadi sejuta orang.

sumber: beresnews.com

23.45 | Posted in , , | Read More »

Gubernur BI: Utang Pemerintah Masih Terkendali

Gubernur BI: Utang Pemerintah Masih Terkendali
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo memastikan utang pemerintah dalam kondisi terkendali. Otoritas bank sentral terus memantau utang luar negeri Indonesia yang mencapai 276,5 miliar dolar AS pada 2014 lalu. Utang tersebut meningkat 4,4, miliar dolar AS dibanding Februari 2014 lalu.
"Utang pemerintah yang sekarang ini terhadap GDP 24 persen itu cukup terkendali," kata Agus ditemui seusai rapat badan anggaran di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Menurutnya, rasio surat utang negara yang dimiliki asing terjadi peningkatan cukup tinggi, sebesar 33 persen hingga 34 persen. Namun, ternyata itu masih lebih rendah dari tahun 2011, yang mencapai 35 persen.
"Saya sendiri meyakini yang penting Indonesia bisa jaga inflasinya terkendali," ujarnya.
Ia menjelaskan, transaksi berjalan saat ini lebih sehat. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dengan keberadaan utang luar negeri itu.
"BI akan perhatikan masalah utang itu dan akan terus membicarakan dengan para peminjam di dalam negeri baik itu bank, BUMN, maupun swasta," ucapnya.
sumber; tribunnews

23.26 | Posted in , | Read More »

Perlu Kemandirian Ekonomi dan Kebudayaan

JAKARTA-- Pemerintahan mendatang perlu mewujudkan kemandirian ekonomi, kemandirian budaya, kemandirian pangan, energi, dan lingkungan, serta kemandirian politik, hukum, dan pertahanan menjadi point penting dalam Konggres Pemuda di Jakarta.

Momentum jelang pemilihan presiden, maka  hal ini benar-benar menjadi masukan untuk penyelenggara negara.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa Filantropi Ahmad Juwaini mengatakan, hari Kebangkitan Nasional dan gelaran pilpres dinilai tepat Indonesia bangkit untuk mandiri.

"Sebagai sebuah bangsa, Indonesia tidak hanya dianugerahi jumlah penduduk yang besar namun juga sumber daya alam yang melimpah dan beragam kearifan lokal," katanya di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Untuk itu Dompet Dhuafa dan 100 orang tokoh bangsa yang berasal dari akademisi, praktisi, dan aktivis  mendorong agar bangsa ini dalam pengelolaan negaranya menjadi bangsa yang mandiri.


Kongres Kemandirian 2014 Dompet Dhuafa digelar untuk melahirkan gerakan kebaikan dan  mendorong kelompok pakar dan tokoh mendentumkan ikrar keberpihakan bersama dan merealisasikan hasil rumusan kongres.

Seratus tokoh yang hadir dalam kongres tersebut antara lain Marwah Daud Ibrahim, Bustanul Arifin, Hamdi Muluk, Heri Hermansyah, Yudi Latif, Fahira Idris, Faisal Basri, Heru Susetyo, Zainal Arifin Muchtar, Tri Mumpuni, Yusuf Wibisono, Adrinof Chaniago, Hanta Yudha, Gola Gong, dan Rona Mentari. 
sumber: tribunnews

23.21 | Posted in , , , | Read More »

Komunisme Diwaspadai Bonceng Euforia Reformasi

PAMEKASAN – Bahaya laten komunisme di Indonesia, tetap diwaspadai meski secara kelembagaan organisasi PKI sudah dibubarkan. Pasalnya, dari segi pemikiran cara berfikir komunisme dikhawatirkan tetap muncul dan berkembang. Fenomena ini dinilai sudah mulai muncul sejak era reformasi bergulir.

Itulah sebagian kesimpulan dari sarasehan nasional “Mewaspadai Munculnya Kembali Komunisme di Indonesia’’ yang dilaksanakan oleh STAIN Pamekasan, kemarin. Pemateri yang dihadirkan dalam acara itu diantaranya KH Hazim Muzadi, Brigjen Pol. Dr. Anton Tabah Staf Ahli Kapolri, Mayjen (Pur) Kivlan Zen dan KH Slamet Efendy Yusuf salah satu Ketua PBNU.

KH Hazim Muzadi mengatakan, komunisme bisa muncul lagi di Indonesia melalui gerakan pemikiran dengan berlindung di balik demokratisasi, HAM dan lain sebagainya. Dan itu sudah masuk  ke berbagai elemen masyarakat. Belakangan  ini, kata dia,  gerakan itu sudah mulai sangat terasa. Karena itu yang harus dilakukan adalah memperkuat dan memperbanyak dakwah untuk menyelamatkan umat.

“Salah satu contoh sederhana  adalah misalnya di sebuah tempat ada konflik antar Islam dan Kristen.
Ternyata setelah diteliti  yang pertamakali berulah atau profokatornya adalah orang yang baru dua hari saja masuk kristen. Nah inilah faktanya. Jadi bukan karena Islam dan Kristen,  namun orang yang baru masuk Kristen itu siapa, wajib diwaspadai,” ajaknya.

Sementara itu Anton Tabah mengungkapkan bahwa belakangan ini orang-orang komunis dan keturunannya mencoba untuk membalikkan sejarah dengan cara menuduh orang atau kelompok lain yang yang harus bertanggungjawab terhadap  Gerakan 30S/PKI. Salah satu yang dituduhnya adalah TNI. Dia kemudian menunjuk sebuah laporan khusus yang dimuat sebuah majalah yang didalamnya menyudutkan dan menyalahkan TNI.

Anton lalu kemudian mengungkapkan berbagai indikasi yang bisa menyebabkan PKI bangkit kembali. Antara lain dengan memanfaatkan euphoria reformasi, memaknai kebebasan ala barat berlindung dibalik dimokrasi, paksakan HAM dan abaikan agama. Dan memanfaatkan kobodohan, kemiskinan, ketidak adilan ekonomi, ketidak adilan hukum, dan dibalik keraguan terhadap aparat.

‘PKI atau komunisme itu sekarang seolah olah menbela rakyat dengan cara pakai baju lain atau topeng. Dan yang paling perlu diwaspadai dan perlu dijaga adalah adanya berbagai macam bentuk radikalisasi yang muncul belakangan ini. Misalnya radikalisasi dalam kebebasan, HAM, ekonomi, Politik, ediologi, demokrasi dan agama,” ungkapnya.

Karena itu Anton Tabah mengajukan berbagai strategi atau upaya mencegah bangkitnya ideology komunisme di Indonesia, antara lain dengan cara mefahami agama secara sungguh sungguh. Kawal ketat amalan Pancasila dan UUD 1945, kebebasan yang berdasar moral dan agama, kawal ketat  TAP MPR NO XXV/1966 dan UU 27/1999, tingkatkan disiplin kerja dan etos kerja.

Mayjend (Pur) Kivlan Zen mengaku banyak tahu persis tentang penghiantan PKI. Dia mengaku termasuk saksi sejarah dalam penghiatan PKI. Menurut dia PKI akan menghalkan segala macam cara untuk merebut kekuasaan. Dan PKI bisa masuk  keberbagai elemen masyarakat. Termasuk saat itu masuk mempengaruhi kalangan meliter.

Sementara itu Slemet Efendy Yusuf Ketua PB NU mengatakan ideology dan cara berfikir komunis telah masuknya merasuki banyak elemen, masyarakat, baik kalangan muda dan mahasiswa,  dikalangan birokrasi maupun dikalangan anggota legislatif. Dia kemudian mencontohkan seorang anak PKI yang kini menjadi anggota DPR RI.

“Bagaimana juga PKI teklah menghiaanati dan mencoba menghancurkan bangsa. Bagaimana tidak seorang anak PKI sekarang betanin menulis buku bisa bangga menjadi anak penghianat seperti itu. Ini sudah masuk di perlemen orang orang seperti ini. Bagaimanapun juga komunisme tetap harus kita waspadai,” tandasnya.(surabayapost.co.id)

06.20 | Posted in , | Read More »

Kubu Cikeas Gagal Kudeta Anas


IndecsOnline- Niat keluarga cikeas mengkudeta Anas Urbaningrum dari tahta kepemimpinan Partai Demokrat (PD) kandas diperempatan jalan. Susilo Bambang Yudhoyono dan para "sengkuni" (sebutan bagi sejumlah petinggi PD yang oleh publik disandangkan kepada para pembisik SBY agar melengserkan Anas) mundur teratur setelah tidak memungkinkan melanjutkan peperangan, Meski masih ada satu dua -seperti 'sengkuni lama' ruhut sitompul yang sudah tidak diperhitungkan lagi ocehannya oleh publik- yang masih berkoar supaya Anas di amputasi.


Sejumlah  "mortir" yang ditembakkan untuk menyerang Anas menerkam "orang dalam" yakni Andi Malarangeng dan Edi Baskoro (Ibas).

Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga) yang merupakan anak emas cikeas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olah raga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Adapun putra mahkota, Ibas, menyatakan mundur dari kursi DPR-RI setelah "dosa" nya terkuak ke publik dan disorot oleh sejumlah media, yakni; menandatangani presensi sidang paripurna tetapi tidak mengikuti jalannya sidang. Kejadian itu hanya berjarak beberapa jam saja dari pakta integritas yang di gulirkan cikeas untuk menekan ruang gerik Anas Urbaningrum.

Upaya penyingkiran Anas dilakukan sejak lama. Dimulai dari kicauan Nazaruddin yang mengaitkan Anas dengan korupsi Hambalang, Celoteh Ruhut Sitompul yang kerap muncul dimedia hingga terjadinya operasi Mekkah -SMS ajakan berdoa untuk menyelamatkan demokrat dari kekaraman- dimana Anas tidak termasuk bagian dari tujuan SMS tersebut.

Kasus hambalang dijadikan senjata untuk melumpuhkan seluruh kekuatan Anas, tetapi sayang, siasat cikeas luruh sebelum berkembang (baca:http://chirpstory.com/li/53701).

oleh: Azis Maulana
dari berbagai sumber

04.24 | Posted in , , , | Read More »

KAHMI Pamekasan; Milad HMI ke 66 Momentum Instrospeksi

Pamekasan- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 februari 2013 memasuki milad ke 66. Itu berarti organisasi yang telah digagas dan kelahirannya dipelopori Lafran Pane ini telah berkiprah selama 65 tahun.

"Sejak HMI didirikan, HMI telah mencetak jutaan kader, dan sejumlah kader itu telah memegang peranan penting pada ranah kebangsaan dan kenegaraan" ungkap koordinator KAHMI Pamekasan, Ghazali, kepada IndecsOnline selasa (05/02).

Ia menambahkan, kader-kader HMI, setelah melalui berbagai proses perkaderan di HMI telah menjadi kader yang matang dalam hal keilmuan dan keahlian -khususnya dalam kepemimpinan- sehingga kader HMI siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.
"Kita liat, kader-kader HMI yang betul-betul berproses selama di HMI telah menjadi sosok penting pada kepemimpinan bangsa ini" imbuhnya.

Sejumlah kader HMI telah menjadi pimpinan tertinggi bagsa ini, seperti Yusuf Kalla yang pernah menjadi wakil presiden, Mahfud MD ketua Mahkamah Konstitusi saat ini yang sebelumnya pernah diisi Taufiqurrhman Ruqi dan Jimli As-Shiddiqi, pimpinan KPK, DPR, Rektor, Gubernur dan peran-peran kenegaraan lainnya.

"Pada intinya, mereka yang telah memiliki peranan penting dinegeri ini, pernah berproses di HMI, berkader dan berjuang" katanya.

Mantan ketua umum HMI cabang Pamekasan ini mengharapkan agar Milad HMI ke 66 menjadi momentum evaluasi perjuangan dan perkaderan oleh kader-kader HMI saat ini.

"Jadikan mementum kelahiran HMI ini untuk melakukan refleksi dan peningkatan kualitas kader, peningkatan moderniasasi organisasi dan independensi" sampainya.

Diantara metode yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan orientasi out put kader ke berbagai bidang kehidupan yangg lebih luas tidak seperti saat ini yang lebih banyak kepada orientasi politik.
"Kedepan berbagai bidang sendi kehidupan supaya dimasuki oleh kader- HMI khususnya pada bidang ekonomi-kewirausahaan dan bidang dakwah Islam" tambahnya

"Harapan saya agar semua kader HMI dan KAHMI menebarkan virus kebaikan diseluruh bidang sehingga visi-misi HMI dapat terwujud" pungkasnya
oleh: AzisMaulana







05.24 | Posted in , , | Read More »

Memasuki 2013 Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Gelar Koordinasi

Pamekasan- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pamekasan, memasuki tahun 2013, melakukan rapat koordinasi dalam rangka menyusun program kegiatan dalam kurun waktu 2013.

Selain menyusun program, PD-PM Pamekasan juga melakukan evaluasi terkait realisasi program pada kurun 2012 "evaluasi ini penting dalam rangka mengukur kinerja pengurus" kata ketua PD-PM Moh. Ruslan Efendi 22/01 pada rapat koordinasi di kantor PDM Pamekasan.

"Setelah dilakukan evaluasi, baru nanti kita mulai merancang program, yang kira-kira efektif dimasa mendatang" lanjut pemuda asal branta pesisir Pamekasan ini.
redaksi

05.35 | Posted in , | Read More »

Nama Mahfud MD Menguat di Munas KAHMI

IndecsOnline- Nama Mahfud MD semakin menguat di Munas KAHMI di Pekanbaru. Menguatnya Nama ketua Mahkamah Konstitusi ini setelah Akbar Tanjung menyatakan dukungannya pada pria asal madura ini.

"Kemarin Akbar Tanjung menyatakan dukungannya saat memberi sambutan pada pembukaan Munas KAHMI" ujar ketua presidium KAHMI Pamekasan kepada IndecsOnline (01/12)


oleh: Azis Maulana

06.33 | Posted in | Read More »

Munas KAHMI Bahas Syarat Calon, Di Warnai Ketegangan

IndecsOnline- Munas ke IX KAHMI telah memasuki sidang komisi, sidang kimisi dibagi dua, komisi 1 membahas tentang AD ART KAHMI dan komisi 2 membahas tentang PKN (program kerja nasional).

Yang menarik pada sidang komisi 1 diwarnai ketegangan ketika membahas kriteria calon

Peserta sidang Gazali, MM menuturkan ketegangan terjadi pada saat pembahasan persyaratan calon, sebab sejumlah peserta menginginkan KAHMI benar-benar bersih dan tidak memberikan toleransi pada KAHMI yang pernah sangkut kasus terutama yg telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Kriteria calon Presidium Majelis Nasional KAHMI sebagaimana pasal 7 AD-ART KAHMI; 1. Alumni HMI berumur sekurang-kurangnya 35 th, 2. Memiliki integritas dan kapabilitas menjadi pemimpin organisasi tingkat nasional, 3. Memiliki pengalaman organisasi tingkat nasional 4. Tdk Pernah dinyatakan bersalah dlm tindak pidana oleh pengadilan yg telah berkekutan hukum tetap.

"Ketegangan terjadi pada saat membahas poin 4 ini" tutur ketua presidium KAHMI Pamekasan kepada IndecsOnline.

Perlu diketahui KAHMI saat ini sedang menggelar Munas ke IX KAHMI di Pekanbaru Riau. KAHMI akan menetapkan program kerja nasional KAHMI dan melakukan pemilihan ketua presidium KAHMI
oleh: Azis Maulana

06.02 | Posted in | Read More »

Munas KAHMI IX Di Pekanbaru Bahas Kepemimpinan, Akbar Titip Mahfud MD

IndecsOnline- Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI IX di Pekanbaru Riau mengusung tema kepemimpinan. Kegiatan itu diformat sarasehan kebangsaan dengan tema "Mewujudkan kepemimpinan berkarakter menuju Indonesia berkeadilan sosial" terang sumber IndecsOnline Gazali melalui BBM tadi siang (01/12).

Gazali yang merupakan ketua presidium KAHMI Pamekasan ini menyatakan bahwa pembicara sarasehan kebangsaan itu antara lain; Anes Baswedan, Abdullah Hehamahua, Mahfaud MD dan Fuad Bawasir.

Gazali juga menjelaskan bahwa pembukaan Munas KAHMI ke IX ini dipimpin oleh Jusuf Kallah yang di Lanjutakan dengan sambutan oleh Akber Tanjung

Akbar Tanjung dalam sambutannya menitipkan kepada audiens agar memilih Mahfud MD sebagai bakal ketum presidium KAHMI mendatang.

Sementara itu saat berita ini diturunkan sidang telah memasuki tahapan pembahasan syarat pencalonan, berdasarkan irformasi sidang sempat a lot dan diwarnai ketegangan.
oleh: Azis Maulana

03.36 | Posted in | Read More »

Kuntum Khairu Basa Dapat Restu Hatta Rajasa

IndecsOnline- Kuntum Khairu Basa usianya memang masih muda, tapi dukungan terhadapnya untuk menjajaki pemilihan ketua umum KAHMI luar biasa, ia mengaku telah mengantongi restu dari Hatta Rajasa, ketua DPP PAN dan sejumlah KAHMI berpengaruh di Jakarta.

Selain itu, kandidat yang memiliki latar belakang santri ini juga telah mendapat lampu hijau dari KAHMI wilayah Sumatra.

"Alhamdulilla dari sumatera sudah siap back-up" katanya tanpa merinci daerah mana saja yang telah mengalirkan dukungan kepada Kuntum guna merebut kursi pimpinan KAHMI.

Ia menjelaskan bahwa ide-idenya soal peran KAHMI di ranah publik diterima oleh sejumlah kalangan sehingga memberinya support maju sebagai ketum KAHMI.

Ia juga menjelaskan bahwa dukungan tidak hanya datang dari KAHMI yang siap mengalirkan dukungannya pada mantan ketua umum HMI cabang ciputat ini, dengan isu-isu publik yang dibangun ia telah diterima oleh banyak kalangan KAHMI, baik yg di partai, kampus maupun KAHMI yang telah menjadi pengusaha.

"Dan yang terpenting juga kami dapat dukungan dari ulama' khususnya guru kami di Gontor" ujarnya aktifis yang tidak pernah meninggalkan identitas kesantriannya ini.

Dukungan non KAHMI dari unsur tokoh pesantren dan agamawan membuat Kuntum sangat optimis bisa masuk di bursa pencalonan ketum KAHMI kemudian memenangkannya.
oleh: Azis Maulana

03.01 | Posted in | Read More »

HMI Pamekasan Lakukan Aksi Jalan Jongkok dan Tiarap, Tuntut Pembebasan aktifis PB-HMI


Pamekasan- Sekitar 60 orang aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan melakukan aksi demonstrasi ke Polisi Resort (Polres) Pamekasan (26/11). Mereka menuntut pembebasan sejumlah aktifis pengurus PB-HMI yang ditahan saat melakukan aksi kemanusiaan untuk pembebasan Palestina dan penentangan serangan zionis Israel ke Gaza Palestina.


Aksi tersebut dilakukan dengan cara berjalan dengan berjongkok dan tiarap dimulai dari areal Monomen Arek Lancor hingga Depan Pintu Polres Pamekasan.

"Aksi jongkok dan tiarap yang kami lakukan sebagai formasi masyarakat lemah  menghadapi brigade polisi termasuk brikade polisi saat ini yang menghalangi aksi kami ke Polres Pamekasan" terang Moh. Mansur Ketua Umum HMI  Cabang Pamekasan.

Diantara tuntutan yang diajukan oleh HMI Cabang Pamekasan antara lain, pertama menuntut kepolisian jangan pernah melakukan aksi semena-mena / repressif terhadap mahasiswa dan masyarakat.  kedua, menuntut secara tegas agar Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) yang ditahan dijakarta dibebaskan. Ketiga, menuntut agar  Polda Metro Jaya mencopot pimpinan aparat kepolisian yang melakukan tindakan repressif terhadap PB-HMI. Keempat, Menuntut agar Kapolda Metro Jaya melakukan permohonan maaf terhadap HMI seluruh Indonesia karena telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan melakukan pemukulan terhadap ketum PB-HMI Noer Fajriansyah dan sejumlah aktifis PB-HMI lainnya yang secara tidak langsung melecehkan institusi HMI.

"Langkah ini kami lakukan agar kepolisian tidak semena-semena terhadap mahasiswa dan rakyat serta menyerukan agar kepolisian tidak menjadi antek Israel dan sekutunya" Jelas Moh. Mansur  kepada IndecsOnline.com.

Perlu diketahui bahwa aksi yang dilakukan HMI Cabang Pamekasan ini merupakan aksi solidaritas terhadap PB-HMI yang ditahan kepolisian Metro Jaya saat menggelar aksi penentangan terhadap serangan zionis Israel ke Palestina.

Puluhan aktifis HMI yang melakukan aksi hari ini terdiri dari pengurus HMI Cabang Pamekasan dan perwakilan dari enam HMI komisariat dilingkunan HMI Cabang Pamekasan.

oleh: Azis Maulana

20.20 | Posted in , , | Read More »

Ancaman Narkoba bagi Masa Depan Bangsa


Bandung- Narkoba adalah musuh masyarakat. Berapa banyak orang yang tergoda mengkonsumsi narkoba, terutama anak-anak muda, yang menyia-nyiakan hidupnya dan hancur masa depannya. Tidak pernah ada ceritanya orang sukses karena menggunakan narkoba, justru sebaliknya orang yang hidupnya sukses bisa hancur karir dan keluarganya dikarenakan barang haram ini. Bisa kita bayangkan bagaimana nasib sebuah bangsa jika generasi mudanya menjadi drug addicted? Hancurlah masa depan bangsa. Bahkan Ketua Mahkamah Konstitusional, Mahfud MD menyatakan bahwa narkoba lebih berbahaya dari terorisme.

Kita tentunya masih ingat kasus Apriani yang mengemudi dibawah pengaruh narkoba dan minuman keras yang mengakibatkan 9 nyawa melayang. Sayangnya oleh hakim hanya divonis 15 tahun, yang seharusnya dihukum lebih berat atau hukuman mati kalau perlu. Hukuman yang berat dimaksudkan untuk memberi efek jera para pengguna narkoba. Apriani hanya 1 contoh kasus, masih banyak kasus yang melibatkan narkoba didalamnya. Saya merasa prihatin ketika membaca di media bahwa ada sekitar 5 juta pecandu dan pengguna narkoba di Indonesia, sangat menyedihkan. Mereka yang terjerumus dalam lingkaran setan barang haram itu sulit untuk keluar, mengalami ketergantungan dan kemungkinan terburuk mati karena OD (over dosis).

Saya juga setuju jika para pengedar atau gembong narkoba diberi hukuman mati, karena mereka berperan besar menghancurkan mental generasi muda yang nota bene adalah tulang punggung bangsa. Masalah narkoba adalah masalah kelangsungan hidup bangsa, yang harus mendapatkan perhatian khusus semua pihak. Dalam hal ini pemerintah Indonesia bisa mengambil contoh Malaysia yang menghukum mati para penjahat narkoba. Selama ini vonis yang dijatuhkan kepada para pengedar, bahkan gembong narkoba yang diadili di Indonesia terbilang ringan, hanya 15 tahun. Itupun di tangan hakim agung Yamani bisa berubah menjadi 12 tahun, yang katanya itu salah tulis. Hmm...aneh kan? Masak seorang hakim agung salah menulis vonis, seperti anak TK yang baru belajar calistung.

Pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi kita bersama. Sosialisasi tentang bahaya narkoba harus disampaikan kepada generasi muda, mulai dari lingkungan sekolah hingga kampus, dan kita harus menyatakan perang terhadap narkoba, dimulai dari lingkungan kita sendiri, khususnya keluarga kita. Jangan sampai anak-anak kita bersentuhan dengan narkoba yang hanya akan menghancurkan diri dan masa depannya. Prinsip “jangan pernah sekalipun mencoba” harus ditanamkan pada anak-anak kita, karena sekali merasakan, tidak akan pernah puas, terus ketagihan dan berupaya dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan barang haram tersebut. (pelitaonline.com)

20.19 | Posted in , | Read More »

Hipmi Pamekasan Usulkan Pemkab Kembangkan Wisata Keluarga


Pamekasan - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pamekasan, Madura mengusulkan agar pemkab setempat mengembangkan objek wisata keluarga, sebagai sarana rekreasi di wilayah itu.

Ketua Hipmi Pamekasan Azis Maulana, Rabu menjelaskan, ada beberapa keuntungan bagi pemkab jika mengembangkan jenis pariwisata ini.

"Salah satunya, karena jenis wisata keluarga belum ada di Pamekasan," terang Azis.

Selain itu, kata dia, jika pemkab mengembangkan wisata keluarga, nantinya akan sejalan dengan fokus pembangunan di kabupaten Pamekasan yang kini tengah mencanangkan program pembangunan masyarakat Islami (Gerbang Salam).

Salah satu objek wisata yang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata keluarga, menurut Azis Maulana adalah wisata pantai di Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

"Selain lokasinya di pinggir jalan raya, pantai Talang Siring juga telah dikenal banyak orang, khusunya warga Madura," kata Azis Maulana, menjelaskan.

Hanya saja, sambung dia, objek wisata itu, kini kurang terawat dan sebagian tangkis penahan ombak sudah rusak.

Menurut dia, hal lain yang juga menjadi pertimbangan untuk menjadikan objek wisata di Pamekasan dikelola dalam konsep wisata keluarga, karena sarana dan prasara pendukung belum memadai.

"Kalau objek wisata keluarga itu kan saya kira tidak terlalu membutuhkan biaya terlalu besar," ucapnya.

Kabid Pariwisata Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Halifaturrahman mengakui, pengelolaan objek wisata di Pamekasan memang belum optimal.

Menurutnya, hal itu terjadi, karena selama ini anggaran yang tersedia dalam APBD Pemkab Pamekasan sangat terbatas.

"Tapi saat ini pemkab sudah menggalokasikan anggaran untuk perbaikan objek wisata Talang Siring itu," kata Halifaturrahman.

Ia juga menjelaskan, pengelolaan objek wisata pantai Talang Siring tersebut nantinya memang akan diperioritaskan pada wisata keluarga.

Selain Talang Siring, wisata pantai yang juga berpotensi dikelola menjadi objek wisata keluarga ialah Pantai Jumiang di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (antarajatim.com).

06.13 | Posted in , , , | Read More »

Dana Abadi Pendidikan Dipakai Mulai 2013

Jakarta-Dana pengembangan pendidikan nasional atau dana abadi pendidikan yang saat ini mencapai Rp 10,617 triliun akan mulai digunakan pada 2013. Pemerintah membentuk badan layanan umum untuk mengelola dana abadi pendidikan tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Senin (24/9/2012), di Jakarta, mengatakan, dana abadi pendidikan dipisahkan dari dana pendidikan abadi yang diambil dari anggaran fungsi pendidikan di APBN. Dana abadi pendidikan dipisahkan dari anggaran Kemdikbud karena yang dimanfaatkan pengembangan atau bunganya.

Penggunaan dana abadi pendidikan hanya diperbolehkan untuk tiga hal, yakni beasiswa pendidikan S-2 dan S-3, penelitian-penelitian untuk skala kepentingan nasional, dan perbaikan infrastruktur pendidikan karena bencana.

"Kalau dana abadi pendidikan dikelola atau digabungkan dengan anggaran Kemendikbud, nanti harus dihabiskan. Padahal, dana ini kan dimaksudkan untuk supaya kita bisa menabung dari anggaran fungsi pendidikan setiap tahun," papar Nuh.

Nuh menambahkan, dana abadi pendidikan yang dipersiapkan sejak 2010 tersebut sampai saat ini belum dimanfaatkan. Pada tahun 2013, pemerintah berencana memanfaatkan dana dari hasil pengembangan dana abadi pendidikan. 

"Pengelolanya adalah BLU karena tetap bisa dipertanggungjawabkan pengawasannya. Dengan BLU kan bisa semibisnis, supaya dana abadi pendidikan berkembang dan hasilnya itu dimanfaatkan untuk tiga hal," kata Nuh.

Reni Marlinawati, anggota Komisi X dari Fraksi PPP, mempertanyakan alokasi dana abadi pendidikan yang besar. Pemerintah begitu memprioritaskan dana abadi. Padahal, di depan mata ada persoalan mendesak untuk diselesaikan, seperti 59.000 anak-anak TKI di Malaysia buta huruf.

"Untuk apa muluk-muluk menyiapkan dana abadi kalau masih banyak persoalan pendidikan yang perlu dana untuk segera diselesaikan," kata Reni. (Kompas.com)
oleh: AzisMaulana

07.30 | Posted in , | Read More »