Peluang Menjadi Pengusaha
Pamekasan. Tanggal 27 Mei 2012 merupakan hari istimewa bagi sebagian kalangan, juga menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang. mengapa demikian? tanggal 27 Mei 2012 yakni hari sabtu merupakan tanggal pengumuman kelulusan unas. sebagian orang tertawa riang merayakannya,
karena telah lulus dari 'penjara' pendidikan, dan sebagian yang lain harus tertunduk sayu menangis lantaran tidak lulus.
Hal yang jarang disadari oleh sebagian orang, apa yang harus saya lakukan setelah lulus SMA-sederajat?? pertanyaan inilah yang menimpa penulis, meskipun pada akhirnya memilih kuliah. waktu itu saya
paham betul, bahwa saya kuliah bukan lantaran niat utama mencari ilmu, tetapi merupakan media untuk menutupi diri, bahwa diri ini seorang pengangguran. saya merasa bahwa saya kuliah karena saya pengangguran. saya tidak punya aktifitas produktif dan seterusnya.
hal yang tidak saya sadari, bahwa ketika selesai kuliah masalah yang akan dihadapi semakin komplit, mengapa? karena apa yang harus dikerjakan setelah kuliah?
akhirnya, saya temukan juga jawabannya, ternyata perguruan tinggi melahirkan orang yang gengsi-an, bahkan jurusan ekonomi sekalipun. banyak dari teman-teman menapaki jalan hidupnya dengan menjadi tenaga honorer dilembaga-lembaga tertentu, karena berharap ada jatah PNS yang menghampirinya. ada yang melanjutkan S2 sebagai bentuk pengkaburan status bahwa dirinya adalah pengangguran, seperti apa yang telah saya alami. kok saya tahu, ya karena setelah lulus kuliah, banyak dari teman-teman minta dicarikan tenaga sukwan dosen. artinya apa, semakin tinggi pendidikian orang semakin gengsi orang itu.
Menjadi pengusaha
Ada peluang yang kurang dilirik oleh sebagian kalangan, yakni menjadi pengusaha. mengapa kurang dilirik, karena mereka beranggapan, kalau hanya ingin jualan gak usah kuliah, gak usah S2. ia kalau yang dijual tahu -tempe. coba kalau yang dijual teri....
Setiap orang berpotensi menjadi pengusaha, dan pasti bisa, yang terpenting meliki kemauan dan mau bekerja keras. peluang menjadi pengusaha terbuka lebar, dan tidak pernah ada yang mengkapling, sebagaimana halnya PNS. cukup punya niat dan mau memulainya maka pintu menjadi pengusaha terbuka lebar.
Kalau niat sudah punya, kemauan ada dan siap untuk bekerja, tinggal menambah pengetahuan tentang usaha itu, seperti pasar, produk dan sebagainya. (azis maulana)

