APBN 2013 Habis Untuk Gaji PNS, Subsidi BBM, dan Bayar Bunga Utang
Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mencatat, postur APBN 2013 jauh dari kategori proporsional. Dari tahun ke tahun sekitar 70% dana APBN habis untuk membiayai birokrasi, yaitu gaji PNS.
"Saya menyebutnya ekonomi lebih besar pasak dari pada tiang," kata Pengamat INDEF Ahmad Heri Firdaus dalam jumpa pers di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Kamis (21/2/2013).
Selain itu, APBN 2013 dianggap tersandera oleh besarnya subsidi BBM dan kewajiban pembayaran bunga utang. "APBN 2013 kita tersandera oleh besarnya subsidi BBM dan kewajiban pembayaran bunga utang," ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari tahun ke tahun angka subsidi terus membengkak. Sementara strategi diversifikasi energi masih tergolong minim.
Subsidi BBM tahun ini dianggarkan Rp 193,8 triliun. Jika mengacu ke realisasi tahun sebelumnya, subsidi BBM mencapai 150%. Maka sangat dimungkinkan anggaran tersebut terus membengkak,
Sementara terkait utang, menurut Heri, sangat disesalkan melihat utang pemerintah Indonesia saat ini nilainya Rp 1.979,75 triliun. Sebab utang semakin bertambah dan bunga tetap dibayar namun realisasi anggaran dari utang tersebut tidak 100%.
"Jadi juga menimbulkan pertanyaan mendasar untuk apa negara harus berutang untuk anggaran yang pada akhirnya berlebih," tegas Heri.
(Detik.com)
redaksi
