Pemuda Muhammadiyah Pamekasan; Bangsa Diambang Kehancuran
Pamekasan-- Bangsa Indonesia saat ini berada diambang kehancuran. Pasalnya, bangsa Indonesia dilanda multi krisis, mulai dari politik, sosial, dan mental.
Kondisi itu terungkap pada kajian politik yang digelar oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Pamekasan, selasa petang (19/02).
Diantara persoalan itu adalah: korupsi yang terus menggerogoti bangsa ini, dibuktikan dengan ditetapkannya tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan petinggi-petinggi negara akhir-akhir ini.
Berikutnya adalah money politik yang terjadi diberbagai lini pemilihan stake holder bangsa seperti, pilkades, pilkada, pilgub, pileg, pilpres dan pil-pil lainnya.
Berdasarkan analisis kajian politik PD Pemuda Muhammadiyah Pamekasan, money politik yang kerap terjadi pada berbagai pemilu yang digelar untuk memilih pimpinan diberbagai segmen pemerintah dari tingkatan desa hingga pusat merupakan cikal bakal terjadinya kerusakan bangsa ini.
Dana yang dikeluarkan untuk membiayai politik amat besar, sedang pendapatan (gaji) tidak sepadan dengan ongkos politik, sehingga untuk menutupi biaya yang besar itu, kongkalikong menjadi jalan pintas.
Pada pemilihan desa dan pemilihan legislatif, calon paling sedikit menggelontorkan uang minimal 750 juta hingga miliaran rupiah, pilkada, gubernur hingga pimpinan pusat, membutuhkan yang lebih besar.
Realitas itu yang membuat sejumlah elemen bangsa ini 'pesimis' Indonesia ini akan meraih kejayaan.
Sebuah solusi yang mencoba ditawarkan oleh PD Pemuda Muhammadiyah Pamekasan adalah dengan menanamkan kembali semangat kebangsaan kepada seluruh elemen bangsa ini melalui berbagai media yang dimiliki oleh bangsa ini. Mulai dari lembaga penyuluhan, lembaga pendidikan, organisasi kepmudaan, ormas dan lain sebagainya.
Dan yang paling penting adalah dengan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai falsafah dan jalan hidup seluruh bangsa ini.
Oleh : Azis Maulana
Diresume dari kajian politik Pemuda Muhammadiyah Pamekasan.
redaksi
