|

PRD: SBY dan Menterinya Menderita Inferiority Complex

IndecsOnline- Pemerintahan SBY, yang diwakili Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, kembali menunjukkan penyakit "Inferiority Complex". Sebuah penyakit rasa rendah diri berlebihan kepada orang asing.

Dalam pernyataan publiknya, Menteri Jero Wacik terkesan meragukan kemampuan Pertamina yang berniat mengambil alih saham dan mengelola lapangan gas yang berlokasi di Kalimantan Timur yang sahamnya dikuasai Total (50 persen) dan Inpex (50 persen).

Menurut Jero, Pertamina hanya bisa mengambil 40 persen saham Blok Mahakam. Alasannya, karena kemampuan  dan modal yang dimiliki Pertamina belum cukup. Untuk mengambil alih saham dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Yang jadi pertanyaan, Jero Wacik kemana saja selama jadi Menteri? Bertahun-tahun Blok Mahakam dikelola oleh asing tapi langkah-langkah yang dilakukan justru tidak pernah menyiapkan Pertamina untuk bisa bersaing atau paling tidak bisa punya kemampuan mengelola Blok Mahakam," tutur Staf Deputi Politik KPP Partai Rakyat Demokratik (PRD), Alif Kamal, kepada wartawan, Selasa (19/2).

Sekretaris Gerakan Nasional Pasal 33 itu katakan, seharusnya pemerintah tidak lagi berbicara soal pembagian kepemilikan saham Blok Mahakam karena sudah banyak pelajaran bahwa kepemilikan asing dalam sebuah blok migas atau tambang mineral tidak berbanding lurus dengan aspek peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Pertamina sudah punya pengalaman dan sukses mengelola LNG Badak, kenapa Jero Wacik masih mengatakan Pertamina belum mampu?" gugatnya.

Ada tiga alasan mengapa Blok Mahakam harus dambil kepemilikannya, menurut dia. Pertama, aspek kedaulatan bangsa. Pengambilalihan kepemilikan Blok Mahakam menjadi pintu masuk untuk melakukan nasionalisasi seluruh SDA yang dkelola asing. Hal ini juga sangat sesuai dengan amanat UUD 1945 terutama pada Pasal 33.

Alasan kedua, aspek politik energi. Dengan melakukan pengambilalihan, Indonesia bisa menambah pasokan energi untuk kepentingan nasional,

Terakhir, aspek Pengelolaan SDA bisa berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Selama ini ketika sebuah Blok Migas atau Tambang Mineral dikuasai oleh asing kecenderungannya tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat Indonesia.(rmol.co)


Posted by IndecsOnline.com on 02.07. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "PRD: SBY dan Menterinya Menderita Inferiority Complex"

Leave a reply