|

Dikritik, Media Massa Perlakukan Beda Anas dan Ibas

JAKARTA--Penetapan tersangka atas mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, tidak lepas dari opini yang dibentuk media massa.

Demikian pandangan pengamat politik Universitas Islam Negeri Jakarta, Gun Gun Heryanto. Dia katakan, pemberitaan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kerap dimanfaatkan kelompok tertentu.

"Memang sedari awal ada pergulatan antar kelompok yang memanfaatkan ini. Dalam hal ini kelompok Cikeas," ujarnya usai menghadiri bedah buku berjudul Rezim Media, Pergulatan Demokrasi, Jurnalisme dan Infotainment dalam Industri Televisi, di Galeri Kafe, Cikini, Jakarta, Rabu (13/3).

Gun Gun mengatakan, pemberitaan media massa masih wajar saat menyoroti ocehan Muhammad Nazaruddin yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

"Tapi, yang menarik ketika pemberitaan mulai menyasar keluarga Cikeas, harusnya media punya kritisme yang sama. Ini tantangan apakah proporsi dilakukan terhadap Anas, harus juga dilakukan terhadap Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono)," ujarnya.

Dia juga menilai, media massa yang selama ini gencar melakukan investigasi terkait keterlibatan Anas bersikap tidak proporsional saat berusaha mengungkap keterlibatan Ibas Yudhoyono dalam kasus Hambalang.

"Harusnya ada investigasi yang sama. Sehingga Anas tidak dipandang sebagai korban rezim media," tegas Gun Gun.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang juga penyusun buku, Iswandi Syahputra, menambahkan, media massa banyak melakukan pelanggaran di luar fungsinya. Salah satunya saat memberitakan penetapan tersangka Anas Urbaningrum. Di sisi lain, katanya, media massa terkesan sudah disetir untuk pengalihan isu-isu tertentu.

"Mengapa media berani mengabarkan suatu berita menyangkut status hukum seseorang dari suatu dokumen yang belum diperiksa kesaksiannya, dalam hal ini Sprindik," katanya.

Menurut Iswandi, penetapan Anas sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan pusat olah raga Hambalang lebih karena keberhasilan media massa dalam menggiring opini publik.

"Inilah dwifungsi media yang mengarah pada praktek tirani melalui opini," tegasnya. [rmol.co]


Posted by IndecsOnline.com on 05.54. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Dikritik, Media Massa Perlakukan Beda Anas dan Ibas"

Leave a reply