Lebaran Ketupat, ribuan orang Padati Lampu Mercusuar
Dari pantauan MC.com dilapangan, pada Minggu, (26/08/2012) Mercusuar atau lebih populer dengan sebutan (lampu Madura.Red). Dipadati ribuan pengunjung dengan memakai kendaraan empat dan ratusan sepeda motor yang hilir mudik dari kalangan remaja yang datang dengan menggandeng pasangan masing- masing. mereka tampak berbaur dan tumplek blek memenuhi area kawasan mercusuar tersebut. “Bagi anak muda seperti saya, mercusuar ini menjadi pilihan utama sebagai tempat rekreasi yang paling afdol. Karena selain bisa melihat dan naik ke atas mercusuar, tempat ini juga warisan cagar budaya, apalagi tergolong murah meriah dan lokasinya tepat berada ditepi pantai. Kalau bersama pacar, asyik mas,” ujar salah satu pengunjung Aziz dari Arosbaya.
Sayangnya, tempat wisata yang tergolong bagus ini, terlihat gersang dan minim fasilitas yang memadai. Padahal jika mau dikelola dengan baik, dan minim promosi dari pihak – pihak yang berkompeten. “Kalau di kelola denganbai, saya yakin pengunjung Mercusuar ini tidak hanya datang pada saat lebaran ketupat saja. Tapi pada hari – hari libur biasa, tempat ini akan ramai dikunjungi orang – orang yang hendak melepas lelah untuk berekreasi”, terang Rofik pengunjung lainnya.
Sementara itu, Mandor Mercusuar, Suratno menjelaskan, Mercusuar yang digolongkan sebagai salah satu cagar budaya itu. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1879 oleh Belanda, terdiri dari 16 lantai dan 17 ruang lampu.
Sebenarnya Mercusuar ini untuk memantau lalu lalang kapal yang tengah berlayar. “Sampai saat ini Pengelolaan Mercusuar ini masih berada dibawah kewenangan Kementerian Perhubungan memalui UPT Dinas Surabaya,” Pungkas Suratno (yan/min).
Sumber: Maduracorner.com,
