|

Ragam Cara Masyarakat Bangkalan Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat.


Bangkalan – Tujuh hari setelah merayakan hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat Bangkalan merayakan lebaran Ketupat (Telasen Topak, Madura Red). Tradisi lebaran ketupat yang masih dilestarikan hingga saat ini, merupakan hari raya kedua bagi masyarakat  yang berpuasa selama 7 hari setelah hari raya idul Fitri.
“Sesunguhnya hari raya Ketupat ini lebarannya orang yang berpuasa selama 7 hari setelah Idul Fitri,” terang Tokoh Pemuda kecamatan Burneh, Syaiful Islam kepada MC.com. Jumat (24/08/2012).
Namun kata Syaiful Islam, saat ini tradisi hari raya ketupat ini lebih banyak dimanfaatkan oleh para pemuda untuk berekreasi. “Ya biasanya tempat rekreasi dadakan ramai pada lebaran ketupat nanti, seperti pantai Rongkang dan lampu Mercusuar di kecamatan Socah, dan di areal jembatan Suramadu,” jelas Syaiful.
Setiap desa berbeda memaknai lebaran ketupat ini, jika di desa  Langkap kecamatan Burneh, hari raya Ketupat merupakan lebaran kedua bagi masyarakat yang menunaikan ibadah puasa selama 7 hari setelah lebaran Idul Fitri, akan tetapi di desa Jaddih, desa Parseh dan sejumlah desa di kecamatan Socah, lebaran ketupat dijadikan ajang pameran dokar dan cikar hias.
Biasanya pada lebaran ketupat ini masyarakat di kecamatan Socah memamerkan kendaraan tradisional. Pada Pameran kendaraan tradisional itu, masyarakat yang memiliki dokar dan cikar dihias seindah mungkin. Kendaraan  tradisional yang telah dihias itu dipamerkan kepada masyarakat yang akan kembali ke tempat perantauan. “Katanya nggak afdol kalau kembali ke perantauran tanpa menyaksikan pameran dokar dan cikar hias,” kata Sahid warga desa Parseh kecamatan Socah.
Sumber: Maduracorner.com, 


Posted by IndecsOnline.com on 02.12. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Ragam Cara Masyarakat Bangkalan Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat."

Leave a reply