852 Desa di Jatim Dilanda Kekeringan
SURABAYA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat tahun ini ada 852 desa di 221 kecamatan di Jatim mengalami kekeringan. Desa-desa tersebut sebagian besar berada di lembah Sungai Brantas dan Bengawan Solo.
Kepala BPBD Provinsi Jatim Sudarmawan mengatakan, desa-desa di sepanjang Sungai Brantas dan Bengawan Solo banyak mengalami kekeringan menyusul turunnya debit air secara drastis sejak dua bulan terakhir.
''Kawasan yang paling parah dilanda kekeringan di antaranya Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro,'' katanya Selasa (3/9/2012).
Secara keseluruhan, kekeringan menyebar di 23 dari 38 kabupaten/kota di seluruh Jatim, atau mencapai sekitar 60 persen dari total kabupaten/kota. ''Dibanding tahun lalu, kekeringan tahun ini lebih banyak menjangkau kabupaten/kota, karena tahun lalu hanya melanda 19 kabupaten,'' tambahnya.
Tahun ini ada tambahan 4 kabupaten yang mengalami kekeringan, yakni Kabupaten Jombang, Mojokerto, Ponorogo, dan Blitar. Sedangkan 15 daerah yang masih aman dari bencana kekeringan, kebanyakan wilayah perkotaan, seperti Kota Surabaya, Malang, Mojokerto, Kediri, Madiun, dan Pasuruan.
Sudarmawan mengaku, sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak 3 ribu rit dalam mobil tanki melalui BPBD kabupaten/kota setempat. BPBD Provinsi Jatim juga sudah bekerjasama dengan perusahaan swasta untuk memasang 1.146 tandon air di lokasi kekeringan.
''Warga yang masih mengalami kesulitan air bersih bisa langsung menghubungi BPBD daerah setempat,'' jelasnya.
sumber: kompas.com
