Pemuda Muhammadiyah; Kasus Sampang Karna Multi Faktor
Pamekasan- Peristiwa Sampang sampai saat ini masih menjadi perhatian banyak pihak, salah satunya ketua pemuda Muhammadiyah Pamekasan, Moh. Ruslan. Menurut Ruslan peristiwa di dua desa dan dua kecamatan di Sampang itu karena multi faktor.
"Hemat saya banyak sekali faktor yang melatar belakangi konflik Sampang itu, dan kalau situasinya ingin normal, faktor-faktor itu yang harus dibenahi" jelasnya kepada IndecsOnline.com, Jumat (07/09).
Menurut Ruslan, Diantara faktornya adalah kemiskinan. "Kondisi ekonomi msyarakat sangat mengenaskan, mereka akan lebih muda terkesan dan tergiur dengan ajakan yang disertai dengan pemberian tunjangan kesejah teraan
Kedua adalah pendidikan. Pengetahuan masyarakat terhadap ajaran agama sangat minim. Ini akan menambah semakin mudah diajak "apa lagi yang ngajak, kiai juga, tokoh yang juga disegani" timpalnya.
Ketiga karena Dakwah yang tidak jalan. Masyarakat hanya melaksanakan ritual-ritual keagamaan, tidak di sertai dengan pencerahan "tidak adanya pencerahan seperti pengajian, kuliah-kuliah akan membuat masyarakat 'buta' terhadap ajaran agamanya sendiri" terang Pria yang saat ini tinggal di Branta Pesisir Pamekasan ini
"Dan faktor-faktor lain yang juga pemicunya, yang perlu kedewasaan pihak untuk menyelesaikannya, seperti masalah keluarga, masalah politik, maslah kepemimpinan dan sebagainya" jelas alumnus Unmuh Malang ini.
"Solusi yang tepat untuk menyelesaikannya, ulama' dan umara' perlu duduk bersama, dan mulai membahas peran masing-masing pihak" katanya. "Jika tidak, ini hanya akan menjadi drama tak berujung, menjadi bom waktu, dan meledak" pungkasnya.
oleh: AzisMaulana
