Aktivis KNPI Nilai Semangat Juang Pemuda Berkurang
Pamekasan, Aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan, Azis Maulana menilai semangat juang para pemuda saat ini mulai berkurang dibanding para pemuda tempo dulu.
"Ini terjadi, karena pemuda banyak yang terjebak pada hal-hal yang bersifat sementara atau hedonis, cenderung berbuat secara instan, tanpa mau berproses dan berusaha secara giat," kata Azis Maulana di Pamekasan, Minggu.
Wakil Sekretaris Umum KNPI Pamekasan ini lebih lanjut menyatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan kurangnya semangat juang pemuda saat ini. Salah satunya, karena faktor pergaulan, dan penciptaan pola pikir yang cenderung materialistik.
Siaran di berbagai media yang lebih menyajikan informasi konsumtif dan kurang memperhatikan nilai-nilai kejuangan, menurut Azis Maulana turut membentuk pola pikir pemuda yang konsumtif.
Demikian juga dengan lembaga pendidikan yang ada di negeri ini. Azis menilai, sebagian lembaga pendidikan, baik tingkat SMP, SMA ataupun perguruan tinggi, kini sudah ada yang menekankan orientasi pada pola kemersial.
"Nah, tentunya pola kemersialisasi pendidikan itu, juga sedikit banyak bisa membentuk pola pikir kaum muda yang konsumtif," ucapnya, menambahkan.
Berbeda, sambung dia, dengan sistem pendidikan di jaman dulu yang memang mengedepankan kemampuan akademik dan prestasi siswa. Semangat yang tertanam dalam diri pemuda ketika itu adalah semangat juang yang tinggi, yang dilandasi dengan nilai moral agama yang kuat.
Etika, kata Azis menjadi landasan prilaku kaum muda, dan mereka memiliki semangat juang yang tinggi, termasuk dalam mempertahankan identitas diri sebagai pemuda generasi bangsa ini.
"Sekarang ini ada kecendrungan seolah-olah mengikuti perilaku budaya asing di kalangan pemuda merupakan sebuah kebanggaan. Artinya, nilai juang dan semangat nasionalis mulai terkikis," tuturnya.
Oleh karenanya, Azis menyarakan, agar persoalan ini menjadi perhatian semua pihak. Baik kelompok tua, negara dan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan.
"Kita tahun negeri ini terbangun salah satunya karena semangat kaum muda, hingga akhirnya berhasil membebaskan diri dari berbagai bentuk penjajahan," ucap dia.
Tidak menutup kemungkinan, negeri ini juga bisa hancur akibat perilaku generasi muda itu sendiri yang kurang peduli terhadap semangat juang, menjaga nilai-nilai moral bangsa.
Disisi lain, Wasekum KNPI Pamekasan ini menyoroti, kurangnya peran pemerintah dalam memberikan kesempatan aktualisasi diri kepada kaum muda, sehingga kaum muda merasa cenderung kurang diperhatikan oleh pemerintah.
Padahal, kata Azis, hubungan ideal yang seharusnya terbangun adalah adanya komunikasi aktif antara pemerintah dengan kaum muda, serta memberikan ruang yang seluas-luaskan untuk mengekspresikan bakat dan keinginan para pemuda.
"Anggaran pemerintah untuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswa di lingkungan pemerintah sejauh ini masih sangat minim. Ini kan membuktikan bahwa dukungan pemerintah terhadap kaum muda belum optimal," ujarnya.
Azis Maulana juga mengajak kepada semua pihak, agar momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober kali ini hendaknya bisa menjadi bahan evaluasi bersama untuk menjadi kaum muda memiliki peran yang lebih berarti dalam membangun cita ideal bangsa di masa-masa yang akan datang. (Harianbhirawa.co.id)
Redaksi
