|

Repotnya Mengurus Santri Sakit Jiwa di Ponpes Al Bajigur

Sumenep- "Ayo mandi-mandi, biar wangi. Terus sholat ayo sholat. Nanti biar tidak dimarahi Tuhan". Itulah sepenggal celoteh seorang santri yang mengalami sakit jiwa atau gila.

Santri-santri yang mengawali sakit jiwa itu dirawat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Bajigur Desa Tenunan Kecamatan Manding Sumenep. Ponpes Al Bajigur itu satu-satunya tempat di Madura yang menjadi tempat belajar ilmu agama bagi orang-orang yang sedang sakit jiwa.

Sebelum menimba ilmu agama, para santri mendapat terapi dan bimbingan langsung dari pengasuhnya KH Abdurrahman. Sedikitnya ada 17 santri berasal dari berbagai daerah di Madura maupun dari luar Madura.

Para santri datang ke pesantren ini rata-rata diantar oleh keluarganya. Namun ada juga hasil razia Satpol PP terhadap para orang gila yang berkeliaran di kota. Mereka diserahkan ke pesantren ini untuk mendapat penanganan atau terapi khusus.

Para santri pasien gila ini ada yang suka ngamuk, sehingga mereka harus diikat dengan rantai. Namun ada juga yang gilanya tidak terlalu parah. Di pesantren ini mereka ditekankan untuk tekun beribadah seperti mengaji, salat dan menjaga kebersihan.

"Repotnya mereka kalau lari dan ngamuk di luar ponpes. Sehingga saya kadang bingung mencari mereka," kata Abu Hawi, seorang ustad yang menjaga orang-orang gila di Ponpes Albajigur, Kamis (11/10/2012).

Sehari-hari, kata dia, para santri harus dimandikan, ada yang sudah bisa mandi sendiri. Dan ada yang harus dimandikan dalam kondisi diikat dengan rantai agar tidak lari. Usai mandi, mereka disuruh salat bersama-sama dan mengaji secara rutin.

Dia mengaku menangani santri orang sakit jiwa seperti ini membutuhkan kesabaran karena mereka ada yang penanganan sangat cepat ada yang bertahun-tahun baru sembuh.

"Kuncinya untuk menangani mereka harus sabar dan istiqomah, karena ada yang diterapi sehari sembuh, ada yang 1-2 tahun tidak sembuh-sembuh," jelas Pengasuh Ponpes Al-Bajigur KH. Abdurrahman.

KH Abdurrahman atau yang lebih dikenal Kyai Bajigur mengatakan, sekitar 80 persen pasien yang menginap berhasil disembuhkan. Ponpes ini tidak hanya menerima santri yang mengalami gangguan jiwa, tapi juga pecandu narkoba hingga kemasukan jin yang bisa disembuhkan dalam waktu singkat.

Pondok yang berjarak 12 km dari jantung Kota Sumenep ke arah utara ini, sudah menyembuhkan 700-an orang gila sejak berdiri tahun 1999 silam.

"Mereka yang mondok di sini berhasil disembuhkkan dan kalau sudah sembuh langsung dipulangkan oleh keluarganya," tegasnya. (detik.com)


Posted by IndecsOnline.com on 19.18. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Repotnya Mengurus Santri Sakit Jiwa di Ponpes Al Bajigur"

Leave a reply