Tidak Mampu, BAZ Pamekasan Bantu Beras
Pamekasan- Pak Rahem (60) sapaan akrabnya. Ia tinggal di desa teja timur Pamekasan. Pak Rahem tinggal dirumah gedhek, tanpa perabotan rumah ala biasanya. Ia tinggal bersama anak terakhirnya Halili (16) .
Ketika IndecsOnline.com menyambangi rumahnya, kondisinya memang sangat memperihatinkan. Ia tidak memiliki sandang sebagaimana warga pada umumnya. Kondisi rumahnya sudah tua dan hampir tidak layak huni, hanya atap depannya saja yang tampaknya baru diperbaiki "ada yang bantu mas, mungkin kasian lihat rumah saya yang rusak berat" ungkapnya
Pak Rahem sudah tidak bisa kerja berat lagi, sebab ia sudah tua dan sering sakit, Ia hanya memelihara seekor sapi milik tetangganya "hanya ini (memelihara sapi) kerjaan saya, habis mau kerja apa lagi, ladang tidak punya, pekerjaan lain tidak bisa" akunya
Kadang ia merasa sedih memikirkan keluarganya, sebab ia masih memiliki anak yang putus sekolah, dan merasa tidak bisa memberikan kehidupan dan pendidikan yang layak bagi anaknya. "Dulu dia (menunjuk anaknya Halili yang ada di depannya) sekolah SLTP, entah apa alasannya, mungkin karena tidak mampu belil sesuatu, ia kemudian diberhentikan" imbuhnya.
Ia mengaku masih berkeinginan menyekolahkan anaknya, tapi kondisi yang dialaminya kini, membuatnya tidak memiliki jalan keluar
Pada kesempatan itu Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Pamekasan memberikan bantuan beras 25 kg yang diantar langsung oleh staf BAZ Pamekasan Azis Mulana "ini akan menjadi laporan kami kepada pimpinan BAZ (Drs. Kadarisman Sastrodiwirjo, M.Si - ketua BAZ Pamekasan) untuk dipertimbangkan kira-kira apa bantuan lanjutan yang bisa BAZ berikan untuk pak Rahem" katanya (13/10).
Sebelumnya, Berdasarkan cerita tetangga, Pak Rahem hidup berdua dengan anaknya dalam kondisi kekurangan "dulu ada orang menyambungkannya listrik (untuk lampu) dengan mengetol dari tetangganya, si inisiator membayarkannya selama satu tahun, entah apa alasannya, pemilik listrik memutusnya dalam waktu dua bulan" tutur Unsi tetangga pak Rahem.
Menurut Unsi, pak Rahem hidup penuh kekurangan "ia akan memasak kalau ada bahan makanan yang bisa di masak, bahkan kadang-kadang sampai sore ia tidak masak, saking tidak adanya bahan makanan" cerita Unsi kepada IndecsOnline.com
Redaksi


