|

Dari Madura Ke Jakarta, Demi Cita

Indecsonline- Mohammad Syakir, adalah sosok pria yang ramah, ulet dan pekerja keras. Ia berkelana dimulai dari sebuah kampung Errabu, Bluto Sumenep Madura.

Perjalanannya diawali terdaftarnya pria yang pernah nyantri di Sumber Mas Rombiya Barat Ganding Sumenep ini di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan pada jurusan Tarbiyah.

Ketika itu ia memilih aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pamekasan komisariat STAIN. Di HMI komisariat STAIN ia dipercaya sebagai Sekum dan paroh waktu didapuk menjadi ketua umum HMI STAIN periode 2007-2008. Periode tahun2009- 2010 ia menjadi pengurus HMI Cabang Pamekasan kabid PPPA.

Syakir panggilan akrabnya selama aktif di HMI memiliki peran signifikan dalam menggerakkan organisasi.

Ia juga pernah dipercaya sebagai pengurus BPL HMI cabang Pamekasan dan telah menjadi instruktur kepelatihan pada sejumlah training di lingkungan HMI cabang Pamekasan.

Pria yang dikenal tidak pernah punya pacar ini dalam mengembangkan keilmuan tidak mencukupkan hanya kuliah S1 di STAIN dan aktif di HMI cabang Pamekasan.

Seusai lulu tahun 2010 ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke UIN Syarif Hidayatullah di ciputat. Dan sekalgus melanjutkan karirnya di HMI dengan aktif di Bakornas LAPMI PBHMI

Sebuah perjalanan dan perjuangan yang layak ditiru oleh generasi saat ini dan generasi mendatang. Tidak pernah menyerah pada keadaan, mencoba menggapai segala cita. Berangkat dari desa menuju kota hingga akhirnya berlabuh di Jakarta.

Semoga berhasil kawan!!!
 BlackBerry®


Posted by IndecsOnline.com on 10.16. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Dari Madura Ke Jakarta, Demi Cita"

Leave a reply