Keajaiban Tulisan
Oleh: Azis Maulana
IndecsOnline- " Nun Wal-Qalami wa ma Yasturun" Demi pena dan apa yang ditulisakannya. Petikan ayat dari surat al-Qalam ini mengandung pengertian yang sangat dahsyat. Bagaimana tidak, ketika ayat ini turun dunia tulis menulis tidak secanggih hari ini. Tidak ada alat tulis yang canggih, tidak ada refrensi yang lengkap dan sebagainya. Pada saat itu hanya segelintir orang yang dapat menulis dan dengan alat tulis yang sederhana dan apa adanya, bukunya dari batu, pelepah kurma, dan tulang. Tetapi Allah berfirman melalui nabinya: Nun wal-Qalami wa maa Yasturun.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Sahabat Nabi Muhammad dahulu merespon ketika ayat ini turun. Apakah mereka sudah mengetahui bahwa tulisan (media informasi) akan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan manusia, apakah mampu menjadi "perubah arah" opini publik seperti yang kerap terjadi hari ini, menjadi media isu politik, sosial ekonomi, serta misteri kedahsyatan tulisan lainnya.
Yang jelas Nabi Muhammad SAW pernah memerdekakan budak dengan membayar tebusan mengajari sahabat Nabi membaca dan menulis.
Hari ini sejarah telah mengabarkan kepada kita, umat manusia, bahwa banyak umat islam terdahulu telah menulis, dan bahkan melahirkan tulisan hebat yang akan selalu menjadi refrensi hingga akhir zaman.
Kita tahu para Mushannif (pengarang kitab) telah melahirkan karya luar biasa dalam berbagai bidang, agama (fikih, tasyawuf, hadis, tafsir dll.)ilsafat, ilmu alam dan sebagainya.
Ternyata mereka tidak hanya sekedar menulis, tetapi mereka menjadi jembatan ilmu pengetahuan. Dan meskipun mereka telah berkalang tanah, gagasan dan fikiran mereka tetap hidup untuk terus "menghidupkan" manusia.
dan "pena" telah mengulas dan menjabarkan kepada kita sejarah perjuangan keilmuan mereka. Bahkan generasi penulis berikutnya tidak hanya membicarakan pemikiran mereka, tetapi segala sesuatu yg berhubungan dengan kehidupan mereka.
Tulisan-tulisan orang sebelum generasi saat ini telah memberikan pengaruh luar biasa bagi kehidupan umat saat ini baik dalam soal politik, ekonomi, pendidikan, keber-agamaan dan sebagainya
Tulisan itu tidak hanya menjadi bacaan tetapi berimplementasi menjadi tata hidup kita.
Dahsyatnya menulis, telah dirasakan oleh sebagian kecil dibumi ini, yaitu oleh mereka yang pernah menulis dan oleh mereka yang membaca karya tulis.
Periode modern saat ini juga telah melahirkan banyak penulis. Mereka lahir sebagai pendekar issu. "Takdir" itu juga menjadi takdir saya, anda pembaca dan orang-orang yang berkelindan disekitar kita.
Mumpung masih ada kesempatan, ayo kita MENULIS....... Untuk masa depan bangsa ini.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
