Kuntum Khairu Basa, Santri, Kandidat Ketum KAHMI Termuda
IndecsOnline- Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menggelar Munas KAHMI ke IX tanggal 30 Nopember besok. Nama-nama kandidat mulai bermunculan dan telah beredar melalui Black Berry Massengger (BBM), facebook, dan media massa. Tak kurang dari 30 orang siap "bertarung" untuk mengisi kursi pimpinan KAHMI.
Dari sejumlah kandidat yang muncul, Kuntum Khairu Basa adalah kandidat ketum KAHMI termuda, bahkan mantan ketum HMI Cabang Ciputat ini memiliki latar belakang santri. Ia tercatat sebagai alumni Ponpes Gontor Ponorogo Jawa Timur bahkan ia dikenal sebagai santri kesayangan DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi.
Ia menilai, meskipun KAHMI bukan oragnisasi mahasiswa dengan segala perangkat orientasi gerakannya, melainkan forum alumni, jika diorganisasikan dengan baik akan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi penyelesaian permasalahan kebangsaan.
"Meskipun KAHMI adalah forum alumni, tapi idealisme sebagai aktivis harus tetap muncul, agar semangat melakukan perbaikan tetap terbangun" terang pria kelahiran 13 juni 1980 ini (29/11).
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan KAHMI sebelumnya telah bagus dan telah memiliki kontribusi yang besar dalam pembangunan bangsa "KAHMI saat ini bagus. dan itu perlu dilanjutkan dengan peran kekinian, sehingga lebih aktif peranannya di publik. dan itu perlu figur muda" singgung Basa karena dirinya merupakan calon ketum KAHMI termuda.
Ia menambahkan bahwa persoalan kebangsaan masih banyak yang belum terselesaikan, dan menginginkan KAHMI ambil bagian dalam setiap persoalan itu sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai organisasi.
"Pada level nasional terjadi kekisruhan politik, didaerah masalah ekonomi, KAHMI sangat dinantikan sumbangsihnya untuk selesaikan itu" tambahnya.
"Sama dengan kecauan internasional seperti kemarin, seperti serangan israel terhadap palestinan, KAHMI harus merespon cepat dan ambil bagian untuk memecahkan persoalan itu" imbuhnya. "Momentum ini (Munas KAHMI) saya pikir sangat bagus untuk melakukan peremajaan organisasi" pungkasnya.

