Akbar Tanjung Guru Organisasi
IndecsOnline- Perseteruan internal Golkar yang diawali dengan pengiriman surat wantim Golkar ke DPP mengenai elektabiltas Ical sebagai calon presiden terus menyedot perhatian para pengamat daytn pemerhati politik maupun para aktivis.
Perbincangan terkait perseteruan Wantim dan DPP Golkar semakin menyeruak setelah tanggapan reaktif Idrus Marham sebagai pihak DPP yang merasa tidak terima dengan pengiriman surat wantim kepada DPP beberapa waktu lalu. Saat itu, Idrus juga menuding Akbar Tanjung sebagai orang yang tidak mengerti organisasi.
Tudingan Idrus yang menganggap Akbar Tanjung tidak paham organisasi ditanggapi balik oleh pemikir Concern (Consultan and Research network), Moh. Syakir Ransa. Bahkan Syakir menganggap Idrus belum dewasa dalam berpolitik.
"Seluruh komponen bangsa ini tahu Akabar Tanjung. Itu tokoh organisasi, ia bahkan menjadi tokoh besar melalui sejumlah organisasi yang dibidanginya, hanya anak-anak saja yang bilang bang Akbar -sapaan akran Akbar Tanjung- itu gak tau organisasi, bahkan dia sempat pimpin Golkar" Ungkap Syakir kepada IndecsOnline (04/01).
Aktivis asal Madura yang juga direktur LePPAS (Lembaga Pengkajian, Pengembangan Agama dan Sosial) ini menjelaskan, pasca lengsernya Soeharto, Golkar dimusuhi banyak pihak, khususnya oleh tokoh-tokoh oposisi, tapi Akbar dengan kepiawannya dalam berorganisasi membuat Golkar mencapai puncak meski dalam kondisi darurat.
"Kenyataannya Golkar menjadi pemenang pemilu, disaat semua orang memusuhi Golkar, dan waktu itu yang pimpim bang Akbar" syakir menambahkan
Bahkan, ungkap Syakir, Sebelum Akbar pimpin Golkar, Akbar pernah mendirikan sejumlah organisasi kepemudaan, dan diantaranya masih eksis sampai saat ini.
"Jadi sejatinya Idrus harus lebih melihat kepada maksud dan orientasi isi surat, jangan malah mengeluarkan asumsi-asumsi yang tidak rasional, karena partai Golkar sebagai partai besar tentu harus terbuka dan selalu melakukan evaluasi atas segala keputusannya demi kepentingan bangsa yang lebih besar" Aktivis yang menempuh S-2 di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini.
Sebagaimana diketehui Golkar melelui mekanisme Rapimnas telah merekomendasikan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada tahun 2014. Namun pencalonannya dianggap kontroversi, karena publik saat ini masih menilainya sebagai tokoh yang masih punya banyak masalah, satu diantaranya adalah persoalan Lapindo.
oleh: AzisMaulana

