Anggota Parlemen Inggris Sebut Wanita Pakai Rok Mini Berisiko Diperkosa
London - Anggota parlemen Inggris menuai kritikan publik akibat komentarnya soal pemerkosaan. Anggota partai konservatif ini mengatakan, wanita yang mengenakan rok mini dan memakai sepatu berhak tinggi cenderung meningkatkan risiko untuk diperkosa.
Menurut anggota parlemen bernama Richard Graham ini, meskipun pakaian yang dikenakan kaum wanita tidak menarik perhatian pelaku, namun pakaian mereka membuat para wanita susah untuk meloloskan diri dari pelaku. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Senin (28/1/2013).
"Jika seorang wanita muda tengah dalam perjalanan pulang ke rumah melewati sebuah taman saat dini hari, dengan mengenakan rok pendek dan ketat dengan sepatu hak tinggi dan tiba-tiba bertemu pelaku...terlebih jika Anda dalam kondisi mabuk mengenakan pakaian seperti itu, bagaimana Anda bisa lolos?" ucap Graham yang merupakan anggota parlemen mewakili wilayah Gloucester ini.
"Ini bukan tentang dampak atas pakaian yang Anda kenakan terhadap pelaku -- tapi lebih kepada apakah pakaian yang Anda kenakan menyulitkan Anda untuk lolos dari serangan pelaku," imbuhnya.
Pernyataan Graham tersebut langsung menuai kritikan dan protes dari berbagai pihak. Salah satunya aktivis dari organisasi Rape Crisis England and Wales, Jo Wood.
"Komentar seperti ini membawa kita kembali ke zaman 100 tahun lalu. Sebenarnya tidak masalah jika Anda berbaring telanjang di atas bangku -- si pelaku itu yang berniat memperkosa Anda. Kita memang seharusnya menyalahkan para pelaku dalam kasus seperti ini," tutur Wood.
Seorang juru bicara dari Gloucestershire Rape Crisis Centre juga menyayangkan pernyataan Graham. Menurutnya, pemerkosaan adalah kejahatan yang dipicu oleh keinginan untuk mempermalukan dan merendahkan orang lain. (Detik.com)
redaksi
