|

EROTISISME DAN TRAGEDI PEMERKOSAAN DI INDIA

Oleh: Azis Maulana

IndecsOnline- Awal tahun 2013 dunia dikejutkan dengan berbagai peristiwa memilukan sekaligus memalukan; Tragedi pemerkosaan. Tragedi pemerkosaan telah membayangi negeri bolliwood, India, yang selama ini dikenal dengan film "erotis" nya.

Mahasiswi 23 tahun telah diperkosa oleh sedikitnya 6 orang, dibunuh dan dilemparkan dari atas bus. Pemerkosaan tidak hanya menimpa mahasiswi yang telah cukup umur, tapi juga telah merenggut kehormatan dan masa depan gadis dibawah umur, seorang siswi tingkat SD 7 tahun telah diperkosan ditoilet di kota Vasco Da Gama, India serta, pemerkosaan terhadap gadis 9 tahun di wilayah Shirdi India akhir 2013 silam.

Terakhir, serorang pemuda mencoba untuk memperkosa seorang siswi 14 tingkat sekolah menengah, dengan cara menyergap dan menyeretnya ke tanah lapang di didesa Joravarpur India namun gagal karena si gadis melakukan perlwanan dan mencoba meloloskan diri, gadis tersebut dianiaya dan urung diperkosa (baca detik tengan pemerkosaan di india).

Pemerkosaan yang kerap terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di India merupakan bias dari "kejadian" sebelumnya.

India merupakan negara yang dikenal dengan film-film yang banyak memunculkan gerakan erotisme, terutama pada dansa-dansa sebagai latar dari nyanyian yang ada dalam film-film tersebut. Aksi saling cium, rabaan, pelukan, penanpilan pakaian minim dan sebagainya kerap mewarnai episode dansa di film India (an).
Akibatnya, penonton menjadi "termotivasi" untuk melakukan tahapan-tahapan "gerakan" sebagaimana film-film dimaksud. Peristiwa memilukan pernah terjadi Indonesia, didaerah jawa, sepasang siswa SD melakukan adegan mesra -yang hanya layak dilakukan suami istri- disebuah pemakaman, hal itu karena dimotivasi oleh film-film india yang kerap diputar di televisi.

Erotisisme dan film India

Erotisisme (bahasa Inggris: eroticism) adalah suatu bentuk estetika yang menjadikan dorongan seksual sebagai kajiannya. Dorongan seksual yang dimaksud adalah perasaan yang timbul yang membuat orang siap beraktivitas seksual. Ini bukanlah sekadar menggambarkan keadaan terangsang dan/atau antisipasi (melayani rangsangan), melainkan mencakup pula segala bentuk upaya atau bentuk representasi untuk membangkitkan perasaan-perasaan tersebut. (Wikipedia.com)

Erotis bahasa gampangnya adalah hal yang berhubungan sesnsualitas, dorongan seksual dan sebagainya. Film yang kerap memunculkan adekan erotis berarti film yang apabila ditonton dapat memicu naiknya "andrenalin" dan hasrat seksual.

Mayoritas film bolliwood yang masuk ke-Indonesia terkategori film yang "menjual" sesi erotis-isme (mengandalkan adegan erotisnya. Akibatnya film tersebut berpotensi "menjebak" penonton khususnya remaja kepada dunia hedonisme.

Film india dengan dimensi erotiknya telah menjadi petaka bagi kalangan remaja dibelahan dunia, termasuk Indonesia, tak terkecuali India saat ini. Kejadian-kejadian pemerkosaan yang akhir-akhir ini terjadi merupakan gambaran bagaimana Film-film India mempengaruhi mental orang-orang India.

Harus disadari, media informasi, TV, audio visual dan lain-lain memiliki peran signifikan dalam perombakan "sistem otak" manusia. Termasuk bagaimana media elektronik (TV) menjadi lokomotor rusaknya "pembangunan moral" di India, sehingga bergentayangan serigala-serigala perampok "kehormatan" dan sebagainya.

India saat ini terjebak pada "lubang-lubang" yang dibuatnya sendiri.

redaksi












Posted by IndecsOnline.com on 01.34. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "EROTISISME DAN TRAGEDI PEMERKOSAAN DI INDIA"

Leave a reply