|

KOHATI PB HMI, IKAPPI dan PAPEMRA;  MERUGIKAN PEDAGANG TRADISIONAL, ALFAMART DAN INDOMART HARUS DI TUTUP

 Oleh: KOHATI PB HMI, IKAPPI dan PAPEMRA

IndecsOnline- Pasar merupakan " elan vital" dalam kehidupan transaksional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat. Kedudukannya menentukan espektasi pertumbuhan ekonomi.
Karena kedudukan yang penting dan bersifat kompetitif, maka pasar tidak hanya menjadi mobilisasi massa dalam transaksi, namun juga dapat menjadi lapangan publik untuk kepentingan politik.

Tidak ada kehidupan manusia yang bisa lepas dari pasar, tempat barang dan jasa beroprasi berdasar kehendak saling menguntungkan, kehendak bersama dalam memindai aset ke kantong setiap pribadi atau lembaga ekonomi sesuai kekuatan modal masing-masing. Sehingga dapat dikatakan bahwa di pasarlah setiap manusia menumpukan hidupnya.

Dalam proses transformasi sosial, pasar mengalami pergeseran yang begitu cepat, ditengah masyarakat yang sedang bertransisi dari kehidupan tradisional ke modern maka wajah pasar  semakin menujukkan kelas-kelas sesuai strata dan daya beli masyarakat.  Pasar tidak hanya dibentuk oleh persepsi masyarakat tentang gaya hidup tapi bahkan pasarlah yang membentuk gaya hidup itu sendiri.

Indonesia adalah salah satu negara yang masih menampung dua jenis kelompok masyarakat dalam pergumulan sosialnya, yakni masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Dua labelitas ini terjadi secara bersamaan dan bersaing secara bersamaan pula.  Persaiangan yang terjadi diatur dalam mekanisme sadar,  tidak hanya bersaing antara tradisional dengan modern, bahkan masing-masing juga bersaing  dengan kelasnya sendiri,  baik antar pasar tradisional dengan tradisional lainnya, begitu pula jenis pasar modern dengan pasar modern yang lain.

Kelompok tradisional dipandang sebagai kelompok yang masih menggunakan sistem sederhana dalam industrialisasi pasar, kelas daya beli masyarakat yang disebut tradisional merupakan mayoritas di negeri ini, untuk itu menutup pasar modern adalah salah satu langkah yang paling menghargai dan paling urgen untuk menyelamatkan nasib pasar tradisional yang merupakan lahan vital masyarakat kecil dalam bertahan hidup.
Persaingan ini sama halnya dengan sistem pengelolaan tanah di negeri ini, petani masih menggunakan cara-cara tradisional dalam mengelola lahan, sementara kaum bermodal menggunakan perangkat canggih serba mesin, maka jika dipertemukan kedua kutub bertentangan ini jelas kaum tradisional akan menemukan ajalnya.

Maka langkah menutup pasar modern yang memasuki perkampungan adalah cara paling fair di negeri ini.  Di negara Indonesia, pasar tradisional dan pasar modern masing-masing bercokol disetiap kota, baik kota kecil maupun kota-kota besar. Masing-masing memiliki eksistensi yang tidak bisa di abaikan. Bagian yang sangat penting disini adalah, bagaimana menjamurnya pasar modern seperti
Indomart dan Alfamart di plosok-plosok perkampungan.

Menghargai perasaan sosial secara mendasar, dalam arti pasar modern agar tidak menjadi monster pembunuh pasar tradisional mengingat labelitas sosial bangsa ini juga masih terdapat komunitas yang hanya bertahan hidup dari pola-pola tradisionalisme. Hal itu juga menyangkut persoalan daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Sebagai sebuah fakta, Alfamart dan Indomart memiliki gerakan pengembangan yang cukup masif, tetapi pengelola harus memiliki kepekaan sosial untuk menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat dalam kelasnya masing-masing. Indomart dan Alfamart dinilai belum memiliki kepekaan sosial yang nyata sehingga mencokol dimana-mana dan mencengkramkan pundi-pundi keuntungan tanpa melihat kondisi masyarakat dalam lapisan dan segmentasinya seperti banyak beredar di dalam pasar-pasar tradisional.

Secara ekonomi, penggerak ekonomi yang masif sementara ini masih dipegang oleh pedagang-pedagang kecil yang bermarkas dipasar tradisional.  Persebaran modal dan keuntungan yang dimiliki pedagang kecil terbagi dalam kelompok  yang jumlahnya banyak, hal ini karena tingkat pendapatan masyarakat yang masih kurang dari layak,  dengan begitu maka pendapatan masyrakat dari pedagang kecil ini lebih memiliki efek yang luas dibanding pasar modern yang saham dan keuntungannya dikuasai segelintir orang (kaum kapitalisme).

Akibatnya pasar modern yang dalam hal ini Indomart dan Alfiamart  bersifat  monopoli modal dan keuntungan. Menggerus  pedagang kecil  secara masif dan mematikannya secara kejam.
Dampak nyata akan sangat dirasakan masyarakat khususnya bagi kaum perempuan dan anak menjadi alasan penting mengapa Alfamart dan Indomart harus ditutup, antara lain:
1. Mematikan usaha para pedagang kecil
2. Jumlah penduduk miskin bertambah
3. Kelaparan mengancam
4. Pendidikan tidak dapat dipenuhi oleh keluarga miskin
5. Masa depan bangsa Indonesia terancam.

Melihat kondisi tersebut, KOHATI PB HMI sebagai organisasi perempuan bersama IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) dan PAPEMRA (Paguyuban Pengusaha Makanan Rakyat akan melakukan gerakan anti belanja serta menutup Alfamart dan Indomart di seluruh Indonesiayang telah bertindak dan melakukan penjajahan dengan sistem Kapitalism terhadap pedagang kecil.
Tim : Hafidhah Farwa ketua eksternal KOHATI PB HMI, Mohammad Henry Wahyudi Wakil Sekretaris Jendral IKAPPI dan ketua PAPEMRA Imron Rosyidi

redaksi














Posted by IndecsOnline.com on 19.49. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "KOHATI PB HMI, IKAPPI dan PAPEMRA;  MERUGIKAN PEDAGANG TRADISIONAL, ALFAMART DAN INDOMART HARUS DI TUTUP"

Leave a reply