|

HMI Desak KPK Usut Korupsi Istri dan Anak Presiden SBY

JAKARTA-—  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak cukup jantan untuk menangani dugaan kasus korupsi yang telah diduga telah dilakukan oleh Edhie Baskoro Yudhoyono dan ibunya Ani Yudhoyono.

HMI menuding KPK justru kini berada dibalik bayang-bayang istana dalam setiap menangani perkara korupsi.

"Malah yang terjadi KPK kini telah terjebak sebagai lembaga yang dikendalikan SBY," ujar koordinator aksi, Andika Febriandanu, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/2).

HMI berharap Abraham Samad cs, bersikap adil serta mampu menguak skandal korupsi yang dilakukan keluarga presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu.

"Kami menolak keras intervensi yang dilakukan oleh istana. Agar pimpinan KPK lebih bisa bersikap arif dan bijak dalam memimpin pemberantasan korupsi di Indonesia," tegasnya.

Pada  aksinya tersebut, mereka juga memberikan sebuah kandang tikus sebagai tanda perlawanan mereka terhadap korupsi yang telah dilakukan keluarga istana.

Ibas memang sempat dikabarkan menerima aliran dana dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Kabar ini beredar di jejaring sosial Twitter dari akun AbimanyuAbiputro, beberapa hari lalu, Minggu (10/2).

Akun tersebut memberikan bukti foto yang disebutnya laporan keuangan perusahaan Muhammad Nazaruddin yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam laporan tersebut, putra SBY yang akrab dipanggil Ibas itu menerima 900 ribu dollar Amerika di kurun waktu 18 Januari-29 Desember 2010.

Selain Ibas, Nazaruddin juga mengalirkan dana ke mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, sebesar 500 ribu dollar Amerika untuk satu proyek. Aliran dana itu dialirkan dalam waktu yang sama dengan Ibas.

Selain itu, berdasarkan pemberitaan salah satu media nasional, kemarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap Nazaruddin, sesaat sebelum eks Bendum Demokrat itu melarikan diri ke luar negeri, 23 Mei 2011. Menurut sumber media itu yang kala itu menyaksikan pertemuan tersebut, Presiden SBY sangat marah, sampai dua kali menggebrak meja.

Gebrakan yang pertama, setelah Nazar mengatakan bahwa Edhie Baskoro pernah menerima uang darinya yang diambil dari kas partai. Gebrakan kedua, yang menyebabkan meja terpelanting, dilakukan sesudah Nazaruddin menyebutkan Ani Yudhoyono pun menerima uang darinya 5 juta dollar Amerika yang berasal dari kas Demokrat, dan merupakan pemberian Pertamina. (Aktual.co)
redaksi









Posted by IndecsOnline.com on 00.51. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "HMI Desak KPK Usut Korupsi Istri dan Anak Presiden SBY"

Leave a reply