HMI: SBY Lebih Tepat Disebut Presiden Demokrat, bukan Presiden RI
Jakarta- Susilo Bambang Yudhoyono dinilai lebih cocok disebut sebagai Presiden Partai Demokrat, bukan Presiden Republik Indonesia. Pasalnya segenap pikirannya hanya ditujukan untuk partai.
Hal tersebut dikemukakan Wasekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mohammad Ilyas. Menurutnya, sikap SBY tersebut melanggar janjinya untuk menyejahterakan rakyat.
"Rakyat yang kelaparan dan jauh dari sejahtera butuh sentuhan tangan presidennya. Tapi ternyata presiden hanya sibuk urusan lain (partai, red)," kata Ilyas di Jakarta, Sabtu (9/2/013).
Padahal jelas Ilyas, SBY mestinya bertanggung jawab pada rakyat sebagai pemberi kedaulatan dan amanah, bukan pada partai. Apalagi rakyat sedang membutuhkan Sang Presiden.
"Kalau begini kan tidak cocok lagi SBY disebut Presiden kita (RI), dia cocoknya disebut Presiden Demokrat," jelas aktivis yang kini masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum PB HMI ini.
"Wajar, kalau selama SBY memimpin, rakyat seperti tidak punya presiden yang bisa jadi tempat mengadu."
Dalam seminggu terakhir, SBY memang tidak terlihat sedikit pun memikirkan nasib bangsanya. Selama pergi umroh, ia hanya mendoakan Partai Demokrat di depan Ka'bah. Begitu pun ketika kembali ke Tanah Air, ia dengan sigap mengambil alih Partai Demokrat menggantikan ketua umum partai, Anas Urbaningrum.
redaksi
