15.48 | Posted by IndecsOnline.com
JAKARTA--Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 11 rumah mewah milik tersangka kasus korupsi simulator SIM, Irjen Djoko Susilo, layak untuk diapresiasi. Namun sayangnya, KPK tidak menyita rumah tersangka atau bahkan terpidana korupsi lainnya seperti Gayus Tambunan, Angelia Sondakh, Nazaruddin, dan lain-lain.
"Kenapa KPK bersikap diskriminatif," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, beberapa saat lalu (Rabu, 27/2).
IPW berharap, lanjut Neta, KPK tidak tebang pilih dan tidak bersikap diskriminatif sehingga tidak dituding telah diperalat pihak tertentu, untuk menghabisi figur-figur tertentu. IPW pun berharap KPK mengembangkan kasus-kasus korupsi yang ada ke dalam kasus pencucian uang, sehingga rumah para tersangka bisa disita KPK, termasuk menyita rumah Andi Mallarangeng
Selain itu, masih kata Neta, KPK diharapkan melindungi Nazaruddin yang sudah menjadi pembuka atau peniup pluit dalam kasus Hambalang maupun kasus Simulator SIM. Dengan demikian dugaan keterlibatan tiga anggota DPR yang berinisial BS, AS dan HH dalam kasus simulator SIM bisa cepat terungkap.
"KPK harus segera memeriksa ketiga anggota DPR tersebut," kata Neta, sambil mengatakan bahwa dalam kasus simulator SIM, KPK jagan hanya berhenti pada Irjen Djoko Susilo. Berbagai pihak yg diduga terlibat, baik di internal maupun di ekternal Polri harus diseret ke pengadilan Tipikor agar kasus ini tuntas secara terang benderang (rmol.co)

Posted by IndecsOnline.com
on 15.48. Filed under
Politik
.
You can follow any responses to this entry through the
RSS 2.0.
Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.