|

KPK Dipertanyakan Independesinya, Penetapan Anas Tersangka Diduga Orderan Istana


IndecsOnline-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di nilai tebang pilih dalam mengusut berbagai dugaan korupsi di Indonesia, hal itu pernah diakui anggota DPR RI dari Fraksi FPAN Teguh Juwarno. Menurutnya, KPK memberikan perlakuan berbeda terhadap tersangka kasus dugaan korupsi.


"Perlakuan berbeda terlihat dari sikap KPK terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi, Wa Ode Nurhayati dan Angelina Sondakh," kata Teguh Juwarno usai diskusi 'Dialog Pilar Negara: Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN' di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, sebagaimana dilansir republika Senin (7/5).

Diantara dugaan tidak adilnya KPK dalam menindak lanjuti sejumlah persoalan korupsi adalah ketika KPK tidak pernah memeriksa Edi Baskoro Yudhoyono dan Ani Yudhoyono yang disebut-sebut Nazaruddin menerimas 900 ribu USD dan 5 USD.

Perlakuan istimewa oleh KPK tidak hanya diberikan kepada keluarga cikeas, tetapi juga terhadap orang istana lainnya Buediono yang diduga ikut berperan terhadap kolapnya Bank Century. 

Pernyataan bahwa KPK belum menindak lanjuti dugaan keterlibatan Boediono disampaikan langsung oleh ketua KPK Abraham samad dengan alasan belum memeriksa Budi Mulya salah seorang tersangka kasus bank century.

"Sampai hari ini kita belum bisa mengambil kesimpulan keterlibatan Dewan Gubernur BI lainnya atau gubernur BI (Boediono) karena kita belum periksa Budi Mulya yang sudah ditetapkan tersangka. Kalau kita sudah periksa (Budi Mulya) maka kita bisa masuk ke gubernur BI," kata Ketua KPK Abraham Samad, menjawab pertanyaan sejumlah anggota Timwas Century sebagaimana di lansir tribunnews.com.

Kejanggalan bahwa KPK tidak adil dalam mengusut kasus dugaan korupsi adalah saat KPK menetapkan mantan ketua umum partai demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, bahkan sejumlah pihak menilai penetapan Anas sebagai tersangka bernuasa politis dan merupakan orderan pihak istana.

Sebab sampai berita ini diturnkan KPK belum membeberkan temuan-temuan pelanggaran yang dilakukan Anas dalam keterkaitannya dengan kasus hambalang.

"ya kita lihat lah realitasnya, semua orang tau, kasus Anas, ada intervensi yang sangat kuat dari istana" kata Direktur lePPas Syakir Ransa dijakarta (27/03).

Azis Maulana


Posted by IndecsOnline.com on 00.12. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "KPK Dipertanyakan Independesinya, Penetapan Anas Tersangka Diduga Orderan Istana"

Leave a reply