MASA DEPAN POLITIK SBY DIPERTARUHKAN.
IndecsOnline-- Setelah Pidato Pengunduran Diri Anas Urbaningrum di DPP Partai Demokrat, mulai tampak terbuka apa yang sebenarnya terjadi di DPP Partai Demokrat. Bahasa tubuh Anas, tatapan mata Anas dan kalimat-kalimat Anas yang disampaikan, tersirat mulai terbuka kejujuran dan keterbukaan Anas.
Dari pidato Anas tersebut,mulai terbangun 'persepsi publik' bahwa selama ini Anas teraniaya, baik secara politis maupun psikologis. Meski tidak menyebut nama,tapi pernyataan Anas itu mengarah ke SBY dan kelompok-kelompok kekuasaan.
Kalau ini terus mengalir dan tidak bisa di bendung oleh SBY, maka dampaknya terhadap Partai Demokrat, persepsi publik terhadap Partai Demokrat akan turun drastis. SBY pasti masih ingat,bagaimana 'kekuatan sihir' ketika publik mempersepsikan bahwa SBY waktu itu sebagai Menteri Kabinet Megawati seakan-akan 'teraniaya' oleh Taufik Kiemas. Dan pada 2004 di luar dugaan, Partai Demokrat di mana SBY menjadi icon nya mendapat simpati publik, tak di sangka pula SBY terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2004.
Saya melihat,jika benar apa yang disampaikan Anas pada pidatonya, berarti SBY salah menghitung,SBY mati langkah. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bisa jadi karena SBY menerima info yang kurang akurat. Daya tahan Anas sebagai mantan aktivitas mahasiswa,di tambah lagi tidak ada beban apapun bagi Anas, baik beban politis maupun beban kekuasaan, akan merepotkan SBY & Partai Demokrat. SBY punya beban sebagai 'Mantan Presiden' nantinya jika Pemilu 2014 ternyata pilihan politiknya salah, SBY punya beban karir politik keluarganya dan kelompoknya.
Jika Anas menyampaikan bahwa momentum ini adalah 'Baru Permulaan',maka pertarungan ini masih panjang, prahara Partai Demokrat belum tuntas sampai Pemilu 2014.
Apalagi jika tabir gelap yg selama ini tidak di ketahui publik di buka oleh Anas,maka tamatlah Partai Demokrat dan SBY.
Oleh: Moh. Muchsin Rofiey
redaksi
