HMI Back To Campus Strategi Jitu Hadapi Dua Tantangan Akut
Permasalahan pertama itu adalah eksistensi HMI yang terlihat tidak begitu mewarnai dan cenderung tenggelam di kampus-kampus. Sementara permasalahan kedua adalah terjadinya stagnasi atau tidak berjalannya sistem perkaderan HMI dengan baik, karena rekruitmen dan sistem pembinaan pasca Latihan Kader tidak tersistem dan terlaksana dengan baik sehingga jauh dari kesan efektif.
Demikian disampaikan Calon Ketum PB HMI Hendra Ferdiansyah sebagaimana dilansir Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 16/3).
"Kedua permasalahan tersebut semakin menyudutkan HMI di tengah kompetisi dengan organisasi lain dan eksistensi HMI pun diragukan masa depannya," ujarnya.
Di sisi lain, Kongres HMI ke XXVIII di Jakarta telah dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan M. Nuh dan dihadiri oleh para tokoh KAHMI dan ribuan kader HMI se-Indonesia.
Hal ini, lanjutnya, menjadi strategis untuk menjadikan pelaksanaan kongres kali ini sebagai momentum untuk memikirkan secara lebih detail dan melakukan pemetaan tentang sejumlah tantangan HMI untuk keluar dari periode krisis kader.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa visinya, yaitu HMI back to campus, adalah grand strategi jitu dari kedua permasalahan tersebut. Karena program ini diakuinya bersinergi dengan kbutuhan mahasiswa di kampus.
"Dan spirit apa yang bisa disematkan di dalam strategi tersebut? Strategi tersebut adalah Strategi Dakwah HMI di (Masjid) Kampus, yang diilhami dengan spirit dakwah," demikian Hendra. [rmol.co]
