Tony Akbar, Kandidat Yang Dapat Mempertahankan Intelektualitas Kader HMI
"Gagasannya yang ia rangkum dalam buku merupakan salah satu ide kepemimpinannya apabila ia terpilih sebagai ketua umum PB-HMI" Terang Syakir Ransa, salah satu pemerhati Konggres HMI ke-28 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta 19/03.
menurut Syakir, Acara yang bernuansa akademis itu dinilai sangat tepat sebab terdapat motivasi mempertahankan dunia intelektual yang mulai pudar khususnya dikalangan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang menjunjung tinggi intelektualitas.
"Sering teman HMI gaungkan, bahwa kader HMI merupakan kader yang muslim intelektual professional. dan Tony seorang yang memiliki inisiatif tentang itu" tambahnya.
Ditengah-tengah kegersangan intelektual HMI, Tony Akbar Hasibuan menjadi salah satu kandidat ketua umum PB-HMI yang masih menunjukkan kemampuan akademiknya, salah satunya ia buktikan dalam karyanya Gubuk Keadilan yang mendapat pengantar dari Prof. Yusril Ihza Mahendra salah seorang pakar hukum tatanegara di Indonesia.
"Ini sebenarnya adalah komitmen yang perlu kita banggakan bersama di HMI. Serta kader seperti Tony ini yang harus kita dorong untuk terus selalu berada di struktur HMI dan diharapkan bisa menularkan kemampuannya ke kader yang lain" beber mantan Aktifis HMI cabang Pamekasan ini.
Sperti diberitakan sebelumnya, Tony Akbar Hasibuan dalam rilis persnya mengatakan bahwa peluncuran buku Gubuk Keadilan dilakukan sesuai dengan keadaan dan dinamika yang berkembang di Indonesia, dimana hukum tidak lagi menjadi sebuah panglima bagi pencari keadilan.
Tony berharap di masa yang akan datang terkait proses hukum, para pencari keadilan bisa berlindung dibawah payung hukum.
