Peserta konggres HMI harus tolak intervensi Pihak luar
JAKARTA-- Konggres Himpunan Mahasiswa Isalam (HMI) ke 28 yang diselenggarakan mulai 14-23 Maret 2013 di di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta molor tanpa ada kejelasan waktu kapan kongres akan kembali dilanjutkan.
"Banyak problem internal yang dihadapi HMI hari ini, terutama PB-HMI sebagai penyelenggara konggres" Terang Muid Sya'rani anggota tim media centre Bakornas Lapmi kepada IndecsOnline 21/03.
Menurut Mu'id, diantara problematika kongres saat ini adalah amburadulnya database peserta kongres.
"Terdapat persoalan kerancuan database khususnya peserta utusan. Akhir-akhir ini kan ada dualisme kepengurusan HMI, dan dualisme itu juga banyak terjadi di cabang-cabang, sehingga perlu pemikiran matang, sebab itu yang memicu problem kongres kali ini" tambahnya.
Secara terpisah, salah satu kandidat ketum PB-HMI Tony Akbar Hasibuan menamini bahwa konggres HMI kali ini mengalami problematika. Sebab terdapat persoalan-persoalan yang belum terselesaikan secara tuntas hingga kongres HMI dihelat, seperti dualisme pengurusan dan persoalan hak suara.
"kondisi seperti ini sangat berpotensi dicampuri pihak luar yang tidak menginginkan HMI ini stabil, baik stabil dalam perkaderan maupun stabil dalam perpolitikan" Tony menjelaskan
Untuk itu Tony berharap agar peserta maupun panitia dan semua kader yang ada di lokasi tidak terprovokasi oleh pihak luar yang sengaja ingin mencerai beraikan HMI.
Tony mengingatkan, kini sudah saatnya kader HMI berpikir untuk berbenah, solutif dan dewasa. Jangan malah membuka diri untuk dirasuki pihak luar, karena bagaimanpun juga HMI ini adalah organisasi independen,
"Seharusnya ketika kita dalam kondisi seperti ini, mestinya tidak larut dalam konflik" akhirnya.
AzisMaulana
