Sebuah Kesaksian, SATU HARI DI MARET 1998
IndecsOnline--Seperti pertemuan kemarin, kawan2 yg datang semakin berkurang, wajah lesu, ragu dan ketakutan duduk lesehan diatas koran. Kopi berputar dihirup bergantian, asap rokok memenuhi ruangan diselingi desahan. Sebentar lagi pertemuan dimulai.
Ya, 11 Maret 1998 Soeharto baru dilantik sebagai Presiden. Pelantikan megah ditengah para konglomerat, pejabat, politisi, jenderal2 berbintang dan duta besar berbagai negara.
Ya, beberapa hari lalu, Soeharto, jendral yg konon pernah membunuh ratusan ribu orang di tahun 1965 itu keluarkan pernyataan menyeramkan, "yang berani macam2 akan saya Gebuk!"
Ya, Semua tokoh dari sipil hingga militer, tokoh Agama, tokoh organisasi pemuda, akademisi, artis di berbagai media menyampaikan bahwa menurunkan soeharto yg baru dilantik adalah Inkonstitusional, Makar, Subversif dan Anti Demokrasi, karena Soeharto dipilih oleh MPR yang dipilih oleh Rakyat melalui pemilu 1997.
Pertemuan berjalan ditengah ketakutan. Perdebatan sangat emosional bahkan beberapa irasional. Kami sangat tertekan dan merasa tidak ada dukungan dari tokoh manapun. Kami menjadi pejuang kesepian di tengah berondongan hujatan.
Hari sudah mendekati tengah malam, keputusan harus diambil atau terus berjalan dengan keraguan. Lalu atas nama Rakyat, atas nama kawan2 yg diculik dan dihilangkan, atas nama keadilan dan kebenaran, atas nama Indonesia, malam itu kami putuskan satu hal yg kelak membuat sejarah, "KAMI AKAN MELAWAN HABIS-HABISAN". malam ini semua simpul ke kampus masing2, temui kawan2 dan sampaikan pesan, "KITA HARUS MELAWAN"
Ya, kita harus melawan walau ditengah ancaman para Jenderal! Malam ini buat selebaran, besok gandakan dan lusa disebarkan dgn isi yg sama "KITA HARUS MELAWAN!"
Catatan:
Perjuangan mahasiswa ditengah ancaman kata dan senjata berhasil jatuhkan Soeharto 41 hari setelah ia dilantik! Dan mereka yg ikut melantik Soeharto tiba2 jadi pahlawan Reformasi tanpa keringat, tanpa air mata, tanpa darah.
Adian Napitupulu
