TKW Edarkan Uang Palsu di Pasar Sumenep
Tertangkapnya pelaku itu diketahui setelah beberapa kali membelanjakan uang palsu ke sejumlah pedagang Pasar Kecamatan Talango.
Aksi kejahatannya terungkap setelah pelaku membelanjakan uang ke Maiya (50), pedagang telur dan rempah-rempah.
Modusnya, pelaku membelanjakan uang palsunya ke Maryati (60) pedagang daging sapi dan kepada Iis (16) pedagang buah serta ke pedagang lainnya.
Pelaku menggunakan uang palsu pecahan 100 ribuan, dengan besaran belanja antara Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribuan.
"Ketika membeli telur, dia masih menggunakan uang dengan pecahan Rp 100 ribuan, padahal saya tahu dia baru saja membeli daging ayam seperempat kilo sebesar Rp 20 ribu-an," ujar Maiya, Senin (11/3/2013).
Pada saat membeli telur, kebetulan di sebelahnya ada salah seorang petugas koperasi simpan pinjam yang sedang menagih uang cicilan ke Maiya.
Maiya yang curiga dengan uang yang masih kinyis-kinyis, lalu diperlihatkan ke petugas koperasi.
Alhasil, petugas koperasi menduga kuat kalau uang tersebut palsu.
"Kebetulan petugas koperasi membawa lampu ultra violet kecil untuk pendeteksi uang palsu. Dan diketahui kalau uang itu jelas palsu sehingga kemudian kami laporkan ke petugas pasar," katanya.
Ketika itu lalu bermunculan beberapa orang pedagang lainnya yang baru saja menjadi korban Siti. Dan benar uang pecahan Rp 100 ribu yang diterima dari tangan pelaku semua uang palsu.
Sehingga kemudian petugas kepolisian dari Sektor Kecamatan Talango datang mengamankan pelaku.
Kapolsek Talango, AKP Syamsuri mengatakan, sementara ini tersangka diamankan di Mapolsek Talango.
Namun polisi mengaku masih akan memeriksa barang bukti uang pecahan Rp 100 –an itu dengan menggunakan alat pemeriksaan uang di salah satu perbankan di daerah setempat.
"Kami sementara mengamankan karena uangnya kita akan periksa di perbankan. Sebab belum tentu juga uang tersebut uang palsu. Jdi kita lihat hasil pemeriksaan kami selanjutnya," ujar kapolsek singkat.
Informasi yang terdengar, uang palsu didapat dari seseorang yang namanya sudah dikantongi polisi.
Siti mulai menjajakan uang palsunya sejak baru datang dari menjadi TKW di Malaysia.
Polisi juga dikabarkan masih akan mengejar jaringanya yang saat ini diduga masih berkeliaran di Sumenep.(tribunnews.com)
