Survei: Tiga Tahun SBY Berkuasa, Kesejahteraan Rakyat Menurun
JAKARTA-— Indonesia Network Elections Survey (Ines) mencatat keadaan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga rakyat 74,4 persen dalam keadaan menurun selama tiga tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
"Artinya daya beli masyarakat makin menurun dan kehidupan ekonomi rakyat dalam memenuhi biyaa kehidupan sehari-hari sangat berat," kata Direktur INES, Sudrajad Saca Wisastra, di Jakarta, Minggu (7/4).
Keadaan tersebut disebabkan melonjaknya harga-harga kebutuhan bahan pokok dan barang-barang serta jasa di pasar meningkat dan belum dapat dikendalikan oleh pemerintah.
"Selain itu, kenaikan upah pekerja yang dibarengi dengan kenaikan harga barang dan jasa, apalagi rencana kenaikan harga gas elpiji juga akan memberatkan kehidupan rakyat kecil," katanya.
Dari survei tersebut, hanya 13 persen yang mengatakan keadan ekonomi dan kesejahteraan meningkat.
"Itupun di kalangan kelompok usia muda yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan. Makasar yang ditandai dengan sering bergonta ganti handphone, bersantai sambil minum dan makan di mal kota besar," ucapnya.
Sedangkan sisanya sebanyak 12,6 persen responden mengatakan biasa-biasa saja. Menurut Sudrajad ini ditemukan di kalangan responden yang mempunyai penghasilan di atas 10 juta perbulan.
Sebagai informasi Ines melakukan survei elektabilitas partai politik dan calon presiden jelang 2014 pada tanggal 18-30 Maret 2013. Sampel asli dalam survei ini sebanyak 6000. Namun, Jumlah sampel yang dapat dianalisis hanya 5989. Sedangkan margir of error +/- 2,5 %. (Aktual.co)
