Petugas Imigrasi Pamekasan Amankan Belasan Ponsel Pengungsi Myanmar
PAMEKASAN - Petugas Imgrasi Klas III Pamekasan mengamankan belasan unit ponsel milik pengungsi etnis Rohingya, Myanmar. Kini, belasan ponsel itu disimpan petugas Imigrasi agar pengungsi tidak saling koordinasi dengan pengungsi Rohingya di tempat lainnya di Indonesia.
Selain itu, petugas Imigrasi khawatir pengungsi saling kontak dengan para tekong yang menyelundupkannya keluar dari Malaysia.
"Kaburnya sejumlah pengungsi Rohingya dari tempat penampungan, disinyalir ada koordinasi dengan oknum tekong melalui hubungan ponsel. Buktinya, pasutri beserta anak balitanya kabur dan sampai sekarang tak ditemukan," beber seorang staf Wasdakim Kantor Imigrasi Pamekasan di Losmen Faria, Sabtu (4/5/2013).
Menurut staf Wasdakim itu, penyitaan sejumlah ponsel dari tangan pengungsi Rohingya itu atas perintah Kasi Wasdakim, Dedy Hairul Zen. Ponsel akan dikembalikan saat mereka dipulangkan ke Myanmar atau diterbangkan ke negeri yang dituju.
"Dari 130 orang pengungsi yang ditampung di Losmen Faria Pamekasan, 21 orang diantaranya telah diterbangkan ke Myanmar, Jeddah dan Kuala Lumpur," ucapnya.
Perihal penyitaan ponsel itu dibenarkan oleh Sri (42) dan Yana (37). Kedua wanita asli Indonesia itu menikah dengan warga Myanmar. Sri asal Cilacap dan Yana asal Medan, menikahi pria Myanmar ketika bekerja di Malaysia.
"Iya benar. Ponsel saya disita petugas Imigrasi. Saya tak lagi bisa menelepon Asep, anak saya yang tinggal dengan neneknya di Cilacap," ujar Sri. Asep adalah anak Sri hasil perkawinan pertama dengan pria sekampungnya.
"Setelah cerai dengan bapaknya Asep, saya kerja di Malaysia dan kawin lagi dengan pria Myanmar," kata Sri. Begitupula dengan Yana. "Karena ponsel disita, anak-anak saya tak bisa lagi bermain game di ponsel," sesalnya. (Detik.com)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
