Calon Pengganti Ra-Fuad Buapti Bangkalan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bangkalan, yang akan digelar 12 Desember mendatang, diprediksi hanya akan diikuti oleh tiga kontestan.
Hal itu didasarkan pada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati,yang mengembalikan formulir pendaftaran dan sekaligus mencalonkan diri ke kantor KPU Jalan Pemuda Kaffa, Kamis (16/8) lalu. Adapun pasangan calon yang sudah menyerahkan berkas administrasi dan mendaftar ke KPU setempat,secara berturut-turut adalah Moh. Makmun Ibnu Fuad – Mundir Rofii (Makmur),KH.Imam Buchori Cholil – RH.Zainal Alim (ImamZen) dan Moh.Nizar Zahro – RH.Zulkifli (Nikmat).
Dalam berkas yang diserahkan ke KPU,untuk pasangan Makmur diusung oleh sebanyak 9 partai yang mempunyai kursi di DPRD Bangkalan (Parlemen).Sementara, pasangan Imam Zen,hanya didukung oleh koalisi 2 parpol parlemen dan Nikmat mendapat dukungan dari 3 koalisi parlemen.
Dalam kalkulasi di atas kertas dan secara matematis, pasangan Makmur yang tumplek blek mendapat dukungan dari parpol parlemen,dipelopori oleh PKB dan PAN,bisa jadi diunggulkan dalam Pilkada akan datang.Itupun masih belum termasuk adanya dukungan dari parpol non parlemen, seperti Partai Kedaulatan, PKPB dan PSI,yang juga menyatakan siap untuk bergabung dalam memenangkan Makmur dalam Pilkada nanti.
”Dukungan terhadap pasangan Makmur terus mengalir, sehingga bisa kami artikan kalau pasangan Makmur dikehendaki dan didukung oleh hampir seluruh lapisan masyarakat,” ujar humas tim pemenangan Makmur,H.Safiuddin Asmoro,ditemui usai mengantar pasangan Makmur mendaftar ke KPU Bangkalan,beberapa waktu lalu.
Klaim pasangan Makmur akan diunggulkan,sedikit banyak juga bisa dilihat dari faktor siapa yang ada dibalik pasangan tersebut.Tentu semua tahu,figur dari Makmun Ibnu Fuad,yang kerap dipanggil Ra Momon,merupakan ”Putera Mahkota”dari Bupati Bangkalan saat ini,RKH.Fuad Amin Imron. Pun juga dengan bakal calon wakil bupati Bangkalan, Mondir Rofii,sepak terjang yang bersangkutan dalam dunia politik dan berkomunikasi dengan rakyat cukup bisa diandalkan.
Sebab,selain merupakan Ketua DPC PKB Bangkalan, dengan perolehan 10 kursi parlemen, dia juga aktif sebagai Dewan Pendidikan setempat. Belum secara geneologis masih tercatat sebagai adik kandung dari wakil bupati Bangkalan saat ini,Syafik Rofii. Artinya,dukungan secara ketokohan secara geneologis, politik,modal sosial dan bisa jadi mesin birokrasi pemerintahan, sudah tidak bisa diragukan lagi untuk bisa menjadi modal dalam mengumpulkan pundipundi suara.
Pasangan Makmur, tentu melalui tim kampanye dan pemenangan,tinggal memoles sedikit untuk bisa menuju Bangkalan Satu (B-1). ”Berdasar fakta politik yang ada saat ini,wajar saja kalau kami (Makmur) mematok target menang dalam satu putaran dengan perolehan 83% suara,” ungkap Safi,yang juga merupakan Ketua Komisi A DPRD Bangkalan.
Safi juga mengaku sangat optimis,pasangan Makmur bisa membawa perubahan Bangkalan menuju ke arah yang lebih baik.Di mana,hasil pembangunan nyata baik struktur maupun infrastuktur saat ini yang sudah baik, dibanding dengan Kabupaten lain yang ada di Pulau Madura, tinggal diteruskan saja.Tentu dengan restu dan dukungan dari semua pihak,baik itu kalangan pesantren, akademik dan tokoh masyarakat.” Jelas yang kami usung ada perubahan yang lebih baik.Kami sudah menyiapkan semua itu,”urai Safi.
Lantas,bagaimana dengan pasangan KH.Imam Buchori Cholil – RH.Zainal Alim? Apakah pasangan ImamZen ini, bisa menandingi pasangan lain, terutama Makmur? Tentu, satu hal yang perlu digaris bawahi adalah semua pasangan calon yang maju dalam Pilkada, mempunyai modal sosial, politik dan basis suara yang jelas. Kurang sangat masuk akal, kalau pasangan ImamZen, bertarung tanpa modal suara yang konkret.
Meski hanya didukung oleh koalisi dua partai parlemen, PKNU – PPPN,dengan perolehan kursi yang cukup minimalis alias ngepas sebanyak 7 kursi saja.Pasangan ImamZen, sangat mungkin bakal menjadi kuda hitam dalam Pilkada Bangkalan nanti.Tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemenang dan bisa memimpin Bangkalan periode 2013 – 2018 akan datang. Faktanya,tentu semua tahu kalau KH.Imam Buchori Cholil, merupakan tokoh masyarakat yang cukup disegani dan dikenal hingga ke pelosok desa.
Modal sosial berupa jabatan Pengasung Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Cholil,bisa menjadi mudah untuk menggaet pemilih, khususnya kalangan santri yang pernah ngalap berkahdan mondok di Ponpes yang bersangkutan. Belum seabrek pengalaman yang lebih pada modal sosial dan keagamaan,seperti jabatan Ketua PCNU Bangkalan yang pernah dijabat,serta mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKB,menjadikan pria yang akrab dipanggil Ra Imam tersebut bisa sangat gampang untuk membuka komunikasi dengan segala segmen dan lapisan masyarakat.
”Jelas kami mencalonkan diri dengan kalkulasi politik, sosial dan kemasyarakat yang cukup matang.Semua tidak dengan tangan kosong,”ujar Ra Imam,ditemui di kediamannya Jalan Halim Perdana Kusuma,Kecamatan Kota beberapa waktu lalu. Tak jauh beda dengan pasangan calon yang digandeng oleh Ra Imam,yakni RH. Zainal Alim.Pria yang akrab dipanggil Din Zen tersebut, tidak bisa diremehkan,karena juga mempunyai modal sosial berupa basis santri.
Apalagi, dia yang merupakan darah biru,keturunan Raden (dipanggi Din),bisa membuat pundit-pundi suara bertambah. Lebih penting lagi,Din Zen adalah sosok yang sampai saat ini merupakan Ketua DPC PPP Bangkalan.Dia berani berseberangan dengan intruksi DPP,yang mengeluarkan rekomendasi dukungan ke pihak Makmur,lebih memilih untuk mencalonkan diri mendampingi Ra Imam.
Artinya,bisa jadi meski secara formal dukungan rekomendasi jatuh ke Makmur,malah mesin politik partai yakni masing-masing PAC PPP,lebih loyal ke Din Zen yang masih menjabat ketua DPC. ”Soal kenapa memilih Din Zen sebagai pendamping beliau (Ra Imam).Lebih karena basis massa dan santri yang dimilikinya, termasuk ketokohan sebagai ketua PPP,”ungkai Ketua tim pemenangan Imam- Zen,Sofiullah Syarip.
Terakhir,untuk pasangan Moh.Nizar Zahro – RH.Zulkifli (Nikmat) yang merupakan pendaftar pamungkas di KPU Bangkalan,sedikit banyak juga mempunyai pendukung. Cuma,pasangan Nikmat yang diusung koalisi PBR – PNBKI dan Partai Republikan tersebut, hanya merupakan kandidat ”pelengkap”dengan modal yang cukup minimalis. Memang dari sosok yang dicalonkan, cukup top dan teruji dalam Pileg yang lalu hingga mengantarkan keduanya menjadi anggota dewan.
Moh. Nizar Zahro,saat ini menjabat anggota DPRD Jawa Timur,sekaligus Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Jawa Timur. Sementara,calon wakil bupati, RH.Zulkifli merupakan anggota DPRD Bangkalan,sekaligur pengusaha dan Ketua Partai Republikan. Yang jelas, keduanya tokoh sentral dalam koalisi parpol yang mengusung maju dalam pencalonan Pilkada Bangkalan.
”Pasangan calon yang kami usung,sudah teruji dan terbukti. Keduanya juga mempunyai basis dukungan nyata, tinggal meningkatkan suara saja,”ujar ketua tim kampanye dan pemenangan pasangan Nikmat,Mukaffi Anwar, ditemui usai menyerahkan formulir pendaftaran di Kantor KPU Bangkalan,beberapa waktu lalu. (seputar-indonesia.com).
