|

Polisi Buru Pembuat-Pemeran Video Mesum Remaja


Kediri- Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur tengah menangani kasus video mesum yang dilakukan oleh sepasang remaja asal Kecamatan Trisulo, Kabupaten Kediri. Pemeran laki-laki pelajar SMP berusia 14 tahun sementara pemeran perempuannya berusia 16 tahun duduk di bangku SMA.

Informasi yang dihimpun, video tersebut berdurasi 3 menit 30 detik dengan latar belakang sebuah gubuk areal persawahan yang tidak jauh dari tempat tinggal kedua pelaku yang masih bertetangga ini. Aksi layaknya suami istri tersebut dilakukan setelah keduanya bersama-sama menonton video porno melalui ponselnya.

Juru Bicara Polres Kediri, Ipda Ribiko Entas, saat dikonfirmasi Kompas.com mengatakan, pihaknya mulai menangani kasus itu setelah salah satu orang tua dari pemeran mengetahui video itu dan melaporkannya pada polisi.

"Orang tua dari pihak perempuan melapor pada Kamis kemarin. Saat ini petugas terus mendalaminya dengan meminta keterangan pihak terkait," kata Ipda Ribiko Entas, Sabtu (22/9/2012).
Ribbiko Entas menambahkan, dari pemeriksaan diketahui video tersebut diduga direkam oleh S (15), rekan kedua pelaku, pada Selasa (11/9/2012). Kini petugas masih melakukan pengejaran terhadap remaja laki-laki itu .

"Orang ketiga ini masih dalam pencarian oleh petugas karena kita membutuhkan keterangannya," kata Ribiko Entas. (kompas.com)


Posted by IndecsOnline.com on 23.52. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response
Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan www.dumaiportal.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. www.dumaiportal.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

0 komentar for "Polisi Buru Pembuat-Pemeran Video Mesum Remaja"

Leave a reply