HMI Pamekasan Lakukan Aksi Jalan Jongkok dan Tiarap, Tuntut Pembebasan aktifis PB-HMI
Aksi tersebut dilakukan dengan cara berjalan dengan berjongkok dan tiarap dimulai dari areal Monomen Arek Lancor hingga Depan Pintu Polres Pamekasan.
"Aksi jongkok dan tiarap yang kami lakukan sebagai formasi masyarakat lemah menghadapi brigade polisi termasuk brikade polisi saat ini yang menghalangi aksi kami ke Polres Pamekasan" terang Moh. Mansur Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan.
Diantara tuntutan yang diajukan oleh HMI Cabang Pamekasan antara lain, pertama menuntut kepolisian jangan pernah melakukan aksi semena-mena / repressif terhadap mahasiswa dan masyarakat. kedua, menuntut secara tegas agar Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) yang ditahan dijakarta dibebaskan. Ketiga, menuntut agar Polda Metro Jaya mencopot pimpinan aparat kepolisian yang melakukan tindakan repressif terhadap PB-HMI. Keempat, Menuntut agar Kapolda Metro Jaya melakukan permohonan maaf terhadap HMI seluruh Indonesia karena telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan melakukan pemukulan terhadap ketum PB-HMI Noer Fajriansyah dan sejumlah aktifis PB-HMI lainnya yang secara tidak langsung melecehkan institusi HMI.
"Langkah ini kami lakukan agar kepolisian tidak semena-semena terhadap mahasiswa dan rakyat serta menyerukan agar kepolisian tidak menjadi antek Israel dan sekutunya" Jelas Moh. Mansur kepada IndecsOnline.com.
Perlu diketahui bahwa aksi yang dilakukan HMI Cabang Pamekasan ini merupakan aksi solidaritas terhadap PB-HMI yang ditahan kepolisian Metro Jaya saat menggelar aksi penentangan terhadap serangan zionis Israel ke Palestina.
Puluhan aktifis HMI yang melakukan aksi hari ini terdiri dari pengurus HMI Cabang Pamekasan dan perwakilan dari enam HMI komisariat dilingkunan HMI Cabang Pamekasan.
oleh: Azis Maulana
