LePPas; Idrus Kekanak-Kanakan Tanggapi Surat Wantim Golkar
Jakarta- Surat yang dilayangkan dewan pertimbangan partai Golkar ke DPP Golkar soal pencapresan Aburizal Bakri [Ical] menuai banyak respon dari masyarakat dan pemerhati politik di Indonesia.
Ada yang menanggapi secara positif dengan alasan sebagai langkah evaluasi partai Golkar
"Saya menganggap yang terjadi saat ini adalah upaya untuk membesarkan nama Capres Golkar, ini dinamika dan membangun opini yang positif untuk Golkar," ungkap Politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin menanggapi surat Wantim Golkar Akbar Tanjung sebagaimana dilansir detik.com.
Tanggapan negatif bahkan reaktif justru datang dari petinggi Golkal lainnya Idrus Marham. Aksi reaktif Idrus ini bahkan diduga akan berpotensi memecah kesolidan partai yang berlambang beringin tersebut.
Idrus Marham kapasitasnya sebagainya sekjend bahkan menghimbau agar pencalonan Ical tidak dipreteli karena hal itu sudah final dan sudah ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
"Bagi saya ungkapan Idrus Marham itu terlalu arogan. Bahkan pernyataan seperti itu dapat menjadi bumerang di internal Golkar. Karena justru menunjukkan sikap ketidakdewasaan Golkar ditengah-tengah masyarakat yang sudah mulai semakin paham akan demokrasi" ungkap Syakir Ransa ketua LePPAS (Lembaga Pengkajian, Pengmbangan Agama dan Sosial) melalui release-nya kepada IndecsOnline.com (Sabtu 29/12).
Alumnus Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia yang semakin dewasa ini menuntut semua pelaku(politisi dan elemen bangsa lain)nya untuk bersikap terbuka dan selalu menerima kritik.
"Saran Akbar Tanjung terhadap DPP Golkar itu mastinya ditanggapi positif, sebab itu sebagai langkah mengevaluasi kinerja partai, kalau Idrus menanggapinya terbalik berarti masih anak-anak" tuturnya.
Aktifis asal Madura menilai pencapresan Ical telah selesai dan sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme partai, sehingga saran Akbar Tanjung itu bukan dalam rangka mempreteli tetapi mengevaluasi.
"Apa yang disampaikan bang Akbar -sapaan akbar tanjung- itu tentu dengan argumen yang rasional. Ia adalah politisi senior sehingga sangat tahu betul kondisi politik di Indonesia" jelasnya.
"Dalam survei yang dilakukan sejumlah surveyor mengemukakan bahwa tingkat elektabilitas Ical sangat rendah, hemat saya itulah yang memotivasi Akbar untuk melakukan evaluasi diinternal Golkar" pungkasnya.
oleh: AzisMaulana
