Istana Dibalik Permainan Politik Menggunakan Hukum dan KPK?
JAKARTA— Tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Fuad Bawazier menilai pertarungan politik antara SBY dan Anas Urbaningrum baru dimulai dan berpotensi berlangsung cukup lama. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjelaskan penyebab bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum, agar segera diketahui siapa dalang dibalik permainan politik yang menggunakan hukum sebagai alat tersebut.
"Pertempuran antara SBY vs Anas itu masih akan panjang. Sekarang saatnya masyarakat, termasuk HMI dan KAHMI menuntut di bongkarnya kebocoran Sprindik KPK untuk mengetahui siapa dalang atau mafianya," ujarnya melalui pesan singkat dan dilansir Aktual.co, sabtu, (23/02).
Sampai saat ini publik masih bertanya-tanya, siapa dalang dibalik permainan politik busuk yang menggunakan hukum dan KPK. Bahkan, bukan tidak mungkin pihak istana melalui kaki tangannya yang berada dibalik permainan politik tersebut.
"Siapa yang menggunakan politik busuk memainkan hukum dan KPK? Bukan tidak mungkin dalangnya kaki tangan istana, sebaga bagian dari permainan," tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya KPK telah menetapkan Anas Urbanigrum yang juga mantan ketua PB HMI periode 1997-1998 tersebut sejak kemarin 22 Januari 2013. Anas teseret kasus korupsi pembangunan sekolah olahraga nasional Hambalang.
Sebelum penetapan Anas menjadi tersangka, telah terjadi kebocoran sprindik KPK yang didalamnya terdapat nama Anas sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang. (aktual.co)
