Kisah Dahlan Jadi Pengusaha Karena Kepepet
"Saya berniat jadi pengusaha... tidak juga, tapi karena kepepet. Mula-mula saya kan wartawan, terus jadi redaktur terus jadi pimred (pemimpin redaksi)," ujar Dahlan di acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2013).
Dulu, niat awalnya hanya membantu perusahaan supaya tidak mati karena keadaaan Jawa Pos, tempat ia bekerja saat itu, sedang dalam keadaan yang tidak bagus.
"Niatnya tidak jadi pengusaha, hanya tidak rela perusahaan mau mati itu. Jadi meskipun saya pimred tapi ikut jualan koran dan cari iklan juga," katanya.
Bahkan, Dahlan mengaku, istrinya juga diminta untuk menjadi loper koran demi membantu suaminya. Tak hanya istrinya, tapi ia juga meminta semua istri karyawan Jawa Pos menjadi loper koran.
Menurutnya, dulu itu oplah Jawa Pos hanya 6.000 per hari. Ia juga kesulitan untuk mengajak orang lain membaca koran jadi susah dapat langganan baru.
"Mengajak orang baca koran itu tidak gampang. Jadi kami harus beri contoh istri jadi agen koran, supaya perusahaan suaminya tidak bangkrut," ujarnya. (detik.com)
