Yudhoyono Sudah Tidak Efektif Jadi Presiden
"Saya tidak mau ikut masuk dalam urusan intern partai lain. Namun, sebagai warga negara saya punya hak untuk bicara. Permintaan Yudhoyono agar para menteri yang berasal dari partai lebih fokus pada tugasnya sebagai menteri, harus dikoreksi ulang. Pernyataan itu seharusnya juga untuk Presiden," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, Sabtu (9/2/2013).
Jumat malam, di rumah pribadinya di Cikeas, Yudhoyono menyatakan, sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat akan memimpin langsung pembersihan dan penataan di partainya. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tetap pada posisinya, namun dia diminta memfokuskan diri kepada upaya menghadapi kemungkinan proses hukum di KPK.
Hasanuddin yang berasal dari PDI Perjuangan menyatakan, Yudhoyono seharusnya lebih berkonsentrasi mengurus negara dan rakyat, bukan partainya. "Sampaikan apa saja yang dilakukan Yudhoyono selama seminggu terakhir di luar negeri, karena rakyat harus tahu. Tetapi ini sepulang dari kunjungan ke luar negeri, Yudhoyono malah langsung menyelesaikan masalah pribadinya, masalah partainya," sesal Hasanuddin.
Kondisi ini, menurut Hasanuddin, cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak masalah nasional yang harus segera ditangani. Gejala terjadinya konfik horizontal maupun vertikal di beberapa daerah daerah, semakin meningkat. Konflik itu umumnya dipicu oleh tiadanya solusi komprehensif mengenai sejumlah persoalan seperti sengketa tanah, buruh, batas wilayah, etnis, dan agama. (Kompas.com)
redaksi
