Revolusi Seksual dan Reproduksi Mulai Marak di Kota Besar
YOGYA, – Revolusi seksual dan reproduksi, dewasa ini telah mulai marak terjadi di sejumlah kota besar yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut terutama terjadi pada kalangan remaja dan kelompok usia subur.
Demikia disampaikan pakar Kesehatan Reproduksi, Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Siswanto Agus Wilopo, dalam pidato pengukuhan guru besar di Balai Senat UGM, Selasa (16/4). Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena remaja saat ini kerap mengikuti perilaku seks yang bersumber dari tren budaya barat.
Siswanto memaparkan, institusi publik dan masyarakat akan semakin sulit mengendalikan perilaku seksual dan reproduksi tersebut.
“Karena dalam era globalisasi saat ini, meluasnya pengggunaan teknologi komunikasi elektronik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut bisa terjadi.,”tuturnya.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga makin membuat penggunaan kontrasepsi semakin marak. Yang dikhawatirkan, lanjutnya, adalah penyalahgunaan alat kontrasepsi tersebut, terutama di kalangan remaja.
“Para remaja ini seharusnya perlu diajarkan pemahaman tentang penggunaan dan untuk menghindari penyalahgunaan kontrasepsi terkini,” katanya.
Ia menambahkan, peredaran obat dan alat kontrasepsi emergensi, serta aborsi medis juga perlu upaya pengendalian secara tepat dan ketat. Hal itu dimaksudkan agar alat dan obat tersebut tidak memberikan dampak negatif yang lebih buruk.
Selain itu Siswanto juga menuturkan, pelayanan teknologi kotrasepsi dan kesehatan reproduksi yang jatuh pada seseorang yang tidak profesional akan sangat membahayakan masa depan si remaja.
“Seperti halnya pisau dapur yang sangat tajam, obat bisa dipakai untuk memasak makanan enak atau sebaliknya bisa tidak mengenakkan karena dipakai untuk pembunuhan,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia berujar, kebijakan dengan sistem harm reduction perlu diberlakukan untuk obat-obat kesehatan reproduksi. Tujuannya agar hak-hak seksual dan reproduksi bagi seseorang yang memiliki perilaku berisiko tinggi tidak hanya dibiarkan, tetapi juga bisa memperoleh perlindungan.
“Untuk itu semua pihak harus memahami arah perkembangan teknologi kontrasepsi dan juga dampaknya bagi kesehatan,” pungkasnya. (tribunnews.com)
“Untuk itu semua pihak harus memahami arah perkembangan teknologi kontrasepsi dan juga dampaknya bagi kesehatan,” pungkasnya. (tribunnews.com)
