80 Desa di Sumenep Kekeringan
Untuk mendapatkan air bersih harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer
SUMENEP - Musim kemarau tahun 2012 ini membuat 80 desa di Kabupaten Sumenep, Madura baik di kepulauan maupun di daratan mengalami kekeringan dan 27 diantaranya masuk kategori kekeringan kritis.
"Ke 80 desa itu tersebar di 13 kecamatan. 10 kecamatan daratan dan 3 lainnya di kepulauan. Desa-desa tersebut seringkali mengalami kekeringan di saat musim kemarau tiba," kata Moh. Fadilah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Minggu (2/9) memberi gambaran.
Dia menjelaskan, kategori kekeringan kritis yakni warga baru bisa mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer dan harus berjalan kaki. Yang mengalami kekeringan cukup parah melanda Desa Jukong-Jukong Atas, Kecamatan Arjasa. Warga harus mengambil air bersih ke penampungan yang ada di Desa Jukong-Jukong Bawah.
Sedangkan 2 kecamatan lainnya yang ada di kepulauan yakni Kecamatan Kangayan dan Sapeken. Dan 10 kecamatan daratan meliputi Kecamatan Pasongsongan, Batu Putih, Talango, Saronggi, Batang-Batang, Dasuk, Rubaru, Ganding, Lenteng, dan Giligenting.
"Pemerintah daerah sudah membantu warga yang mengalami kekeringan dengan mengirimkan air bersih. Namun, selama ini hanya daratan. Warga kepulauan belum menikmati bantuan air dari pemerintah, karena jarak dan geografis yang tidak memungkinkan," tandasnya.
Proses untuk mendapatkan bantuan air bersih, warga diminta melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat. Lalu, akan ditindak lanjuti oleh kecamatan hingga kabupaten. "Dengan surat resmi itu, maka SKPD yang menangani akan segera menindaklanjuti dan tentu berkoordinasi dengan pihak PDAM," pungkasnya.
Salah satu warga Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken, Atrawi (47), mengatakan, untuk mendapatkan air harus mencari ke pulau-pulau kecil lainnya. Bagi mereka yang mempunyai kemampuan lebih untuk membeli air bersih membeli pada warga lain dengan menggunakan jerigen berisi 40 liter dan dipatok antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per jerigen.
"Jadi, setiap hari, warga hanya sibuk untuk mencari air bersih untuk keperluan minum dan masak," tandasnya.
Sumber: surabayapost.co.id
